Warga Lintasagama di Pati Berkumpul Teguhkan Nilai Toleransi

- Kamis, 17 November 2022 | 18:52 WIB
Warga lintasagama melakukan apel dan bersinergi dalam meneguhkan persatuan dan kesatuan. (suaramerdeka-muria.com/Moch Noor Efendi)
Warga lintasagama melakukan apel dan bersinergi dalam meneguhkan persatuan dan kesatuan. (suaramerdeka-muria.com/Moch Noor Efendi)

PATI, suaramerdeka-muria.com - Warga lintasagama melakukan Apel Toleransi Beragama di halaman Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Pati, Rabu (16/11). Apel dalam rangka memeringati Hari Toleransi Internasional itu, melibatkan ratusan peserta.

Mereka terdiri atas pegawai dan penyuluh agama di lingkungan Kemenag, perwakilan pelajar dari berbagai agama, serta anggota Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Pati. Dalam kesempatan itu, Penjabat (Pj) Bupati Pati Henggar Budi Anggoro tampil sebagai pemimpin apel.

Henggar menyatakan, Apel Toleransi Beragama menjadi pengingat untuk merawat semangat kebangsaan di tengah kebhinekaan. Mengingat, kebersamaan dalam keberagaman harus dijaga seluruh komponen masyarakat.

"Meskipun Kabupaten Pati merupakan wilayah yang aman dan kondusif, namun kita tidak boleh lengah. Di luar sana banyak oknum tidak bertanggung jawab yang ingin memecah belah persatuan bangsa," ujarnya.

Upaya mengoyak persatuan bangsa, lanjut dia, kerap dilakukan pihak tertentu melalui beragam cara. Di antaranya seruan mengatasnamakan agama, yang salah kaprah dan tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Henggar juga mengajak seluruh komponen Kemenag dan masyarakat di Pati untuk menghargai perbedaan dan saling menghormati. Sekaligus membendung tindakan intoleransi, anarkis, dan isu separatisme.

Baca Juga: Bermula dari Kedutan, Nelayan di Rembang Ini Dihadiahi Toyota Avanza, Begini Cerita Lengkapnya

Baca Juga: KPU Buka Pendaftaran PPK, Ini Syarat dan Cara Pendaftarannya

Baca Juga: Panasi Mesin Sebelum Piala Dunia, Tim-tim Asia Merana : Hasil Lengkap Pertandingan Uji Coba Jerman & Argentina

Lebih lanjut dia menjelaskan, setiap agama pasti mengajarkan perdamaian dan saling menghormati. Tidak ada satu pun agama yang mengajak kerusakan dan perpecahan.

Halaman:

Editor: Ilyas al-Musthofa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X