Pesantren Balekambang Helat Halaqah Fiqih Peradaban

- Selasa, 15 November 2022 | 06:30 WIB
Pondok Pesantren Roudlotul Mubtadiin Balekambang Jepara bersama Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), menggelar Halaqah Fiqih Peradaban bertajuk Negara Demokrasi dalam Perspektif Syariat Islam di Auditorium Politeknik Balekambang. (suaramerdeka-muria.com/Sukardi)
Pondok Pesantren Roudlotul Mubtadiin Balekambang Jepara bersama Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), menggelar Halaqah Fiqih Peradaban bertajuk Negara Demokrasi dalam Perspektif Syariat Islam di Auditorium Politeknik Balekambang. (suaramerdeka-muria.com/Sukardi)

JEPARA,suaramerdeka-muria.com – Sambut satu abad NU, Pondok Pesantren Roudlotul Mubtadiin Balekambang Jepara bersama Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), menggelar Halaqah Fiqih Peradaban bertajuk Negara Demokrasi dalam Perspektif Syariat Islam bertempat di Auditorium Politeknik Balekambang, Minggu (13/11). 

Kegiatan tersebut merupakan rangkaian peringatan hari lahir satu Abad NU yang tidak hanya dilaksanakan di Pondok Pesantren Roudlotul Mubtadiin, tetapi dilaksanakan di 250 titik dan 50 pesantren seluruh Indonesia. 

Hadir dalam kegiatan ini, Pengasuh Pondok Pesantren Balekambang yang diwakili oleh K Nurdin Lubis MHum, Mustasyar PBNU sekaligus Rektor STAI Al Anwar Sarang Rembang KH Abdul Ghofur Maimun, Dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Rumadi Ahmad, Wakil Katib PBNU Jawa Tengah Dr KH Nasrulloh Afandi, Direktur Politeknik Balekambang KH Miftahudin, dan juga Syuriyah dan Tanfidziyah PCNU Jepara

Baca Juga: Halaqoh Nasional Fikih Peradaban Digelar di Sarang, Narasumber Ketum PBNU

Kegiatan yang dimoderatori oleh KH Dzulham Qudsi yang juga dosen Mahad Aly Balekambang ini membagi diskusi menjadi tiga sesi.

Pada sesi pertama diisi oleh DR KH Nasrulloh Afandi  MA, yang membahas Demokrasi dari prespektif  Maqosidussyari’ah. 

Ia memaparkan bahwa demokrasi bukanlah sesuatu hal yang baru, namun sudah diajarkan oleh Rosulluloh.

Hal tersebut tampak jelas dalam salah satu hadis yang terdapat dalam Kitab Shohih Muslim, bahwa sebelum Rasul memimpim perang badar rasul mengajak para sahabat untuk bermusyawarah dan menyusun stategi.

Selain itu lebih lanjut ia juga menyampaikan masih banyak sekali hadist yang mengisyarohkan tentang pentingnya demokrasi, meskipun Rosulullah tidak menyebutkan secara tersurat kalimat demokrasi namun dari tinjauan maqosid syari’ah Rosulullah mengajarkan musyawaroh dalam segala urusan, tidak otoriter, mendengarkan saran dan pendapat dari kalangan sahabat. 

Halaman:

Editor: Abdul Muiz

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X