NU Pati Apresiasi Lima Hari Kerja Tak Berlaku di Bidang Pendidikan

- Rabu, 9 November 2022 | 18:11 WIB
KH Yusuf Hasyim. (suaramerdeka-muria.com/Moch Noor Efendi)
KH Yusuf Hasyim. (suaramerdeka-muria.com/Moch Noor Efendi)

PATI, suaramerdeka-muria.com - Pemberlakuan lima hari kerja bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Pati telah dipatenkan. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) mengapresiasi kebijakan tersebut lantaran tidak menyertakan layanan pendidikan di dalamnya.

"Kami sudah audiensi dengan DPRD dan mengirim surat ke penjabat (Pj) bupati juga. Intinya jangan sampai lima hari kerja diberlakukan untuk layanan pendidikan, dan layanan umum lain, seperti kesehatan, kebencanaan, dan lainnya yang membutuhkan pelayanan tak terbatas waktu," ujar Ketua PCNU Pati KH Yusuf Hasyim, Rabu (9/11).

Regulasi daerah berkait lima hari kerja telah ditetapkan pada 24 Oktober 2022.

Regulasi itu berupa Peraturan Bupati Pati Nomor 80 tahun 2022 tentang Hari Kerja dan Jam Kerja Aparatur Sipil Negara (ASN).

Dalam pasal 5 Perbup itu disebutkan, pelaksanaan lima hari kerja dikecualikan terhadap ASN yang memiliki tugas bersifat memberi pelayanan terus menerus selama 24 jam atau yang melaksanakan tugas khusus pada perangkat daerah dan Rumah Sakit Umum Daerah.

Guru dan tenaga kependidikan merupakan bagian dari pengecualian tersebut. Selain ASN yang bertugas di pelayanan kesehatan dan petugas sistem penanggulangan gawat darurat terpadu.

Baca Juga: 7.200 Balita di Jepara Masih Alami Stunting

Baca Juga: Sering Becek Saat Hujan, Disdagperin Pati Siapkan Drainase di Alun-Alun Kembangjoyo

Baca Juga: Tak Usah Ramai Hasil Laga Uji Coba Kelima di Turki : Timnas Indonesia U20 Menang vs Antalyaspor U20

"Kami mengapresiasi kebijakan itu. Saya kira perbup itu solutif, mengakomodir kepentingan pendidikan keagamaan TPQ dan madrasah diniyah (Madin)," paparnya.

Halaman:

Editor: Ilyas al-Musthofa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X