7.200 Balita di Jepara Masih Alami Stunting

- Rabu, 9 November 2022 | 16:09 WIB
Pencanangan Gerak Satu Hati atau gerakan pencegahan stunting di Taman Sumendung, Desa Bangsri, Kecamatan Bangsri, Rabu (9/11/2022). (suaramerdeka.com/Septina Nafiyanti)
Pencanangan Gerak Satu Hati atau gerakan pencegahan stunting di Taman Sumendung, Desa Bangsri, Kecamatan Bangsri, Rabu (9/11/2022). (suaramerdeka.com/Septina Nafiyanti)

JEPARA, suaramerdeka-muria.com - Sekitar 7.200 bayi dan balita di Jepara mengalami gagal tumbuh atau stanting.

Tingginya kasus ini membuat Pemkab Jepara memberikan perhatian khusus dengan membuat road map atau peta jalan pengentasan stunting.

Penjabat Bupati Jepara Edy Supriyanta mengatakan, road map ini sangat penting untuk menentukan langkah-langkah dalam pengentasan stunting yang ditargetkan selesai di tahun 2024.

''Saya telah minta Dinas Kesehatan (Dinkes) bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI) agar membuat peta jalan penanganan stunting di Jepara,'' kata Edy saat mencanangkan Gerak Satu Hati atau gerakan pencegahan stunting di Taman Sumendung, Desa Bangsri, Kecamatan Bangsri, Rabu (9/11/2022).

Baca Juga: Sering Becek Saat Hujan, Disdagperin Pati Siapkan Drainase di Alun-Alun Kembangjoyo

Baca Juga: Menjaga Nafas Bordir Icik, Kain Warisan Budaya Khas Kudus

Edy menyampaikan jika kasus stunting di Jepara masih cukup tinnggi.

Meskipun saat ini sudah ada penurunan angka sekitar 30 persen.

Dengan adanya kegiatan ini, penanganan stunting di Jepara diharapkan bisa semakin cepat.

Halaman:

Editor: Abdul Muiz

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Uji Coba ETLE di Jepara, Ini Hasilnya

Senin, 16 Januari 2023 | 18:58 WIB
X