Jadi Roh Pembangunan Daerah, PAD Harus Dimaksimalkan

- Senin, 7 November 2022 | 09:55 WIB
Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Jepara Agus Sutisna (kiri) didampingi Kepala Diskominfo Kabupaten Jepara Arif  Darmawan dan Kabid Komunikasi Muslichan  dalam dialog interaktif  Tamansari Menyapa program Ngobrol Bareng  di LPPL Radio Kartini FM Jepara, Sabtu (5/11). (suaramerdeka-muria.com/Sukardi)
Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Jepara Agus Sutisna (kiri) didampingi Kepala Diskominfo Kabupaten Jepara Arif Darmawan dan Kabid Komunikasi Muslichan dalam dialog interaktif Tamansari Menyapa program Ngobrol Bareng di LPPL Radio Kartini FM Jepara, Sabtu (5/11). (suaramerdeka-muria.com/Sukardi)

JEPARA,suaramerdeka-muria.com – Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Jepara Agus Sutisna menganalogikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) merupakan roh sebuah pembangunan.

Penyatuan persepsi dan komitmen jadi poin penting untuk optimalisasi PAD. Harapannya kemajuan serta kemandirian Bumi Kartini bisa lebih cepat terwujud.

Analogi tersebut selaras dengan semangat upaya pemerintah dalam mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat. Hal itu sesuai amanat pelaksanaan otonomi daerah. Demikian disampaikan di LPPL Radio Kartini FM Jepara, dalam dialog interaktif 'Tamansari Menyapa' program Ngobrol Bareng Agus Sutisna atau Ngobras, Sabtu (5/11).

BACA JUGA : Baca Juga: Gelar Safari Jumat, Pemkab Jepara Ingatkan Persatuan dan Kesatuan Umat

“Roh dari sebuah pembangunan salah satunya adalah optimalisasi PAD. Daerah yang mampu mengoptimalkan pendapatan, maka itu yang akan bergerak pembangunannya dengan cepat,” ujar Agus, yang juga Sekertaris Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu.

Dalam dialog tersebut, turut menghadirkan Kepala Diskominfo Jepara Arif Darmawan sebagai narasumber pendamping. Jalannya program bertajuk “Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah” ini dimoderatori oleh Kepala Bidang Komunikasi pada Diskominfo Muslichan.

Lebih lanjut, Agus Sutisna juga menyampaikan bahwa pihaknya sangat mendukung pemanfaatan teknologi untuk mengoptimalkan pendapatan.

Seperti penempatan alat perekam data transaksi usaha atau  tapping box di hotel dan restoran. Meski begitu, upaya ini perlu pula dibarengi dengan pengawasan berkala guna meminimalisir kecurangan. Misal, tak dipasang atau dalam kondisi rusak karena kesengajaan.

“Rusak ini perlu dikaji karena disengaja atau sebab lain,” kata dia.

Halaman:

Editor: Abdul Muiz

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X