Kunjungi UMKM Kudus, Menteri Koperasi Teten Masduki Kepincut Serat Bahan Kain dari Nanas

- Jumat, 4 November 2022 | 22:55 WIB
Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Indonesia Teten Masduki saat melihat sejumlah produk UMKM di Wisma Djarum Ploso, Jumat (4/11) sore. (suaramerdeka-muria.com/Beni Dewa)
Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Indonesia Teten Masduki saat melihat sejumlah produk UMKM di Wisma Djarum Ploso, Jumat (4/11) sore. (suaramerdeka-muria.com/Beni Dewa)

KUDUS,suaramerdeka-muria.comMenteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Indonesia Teten Masduki melakukan kunjungan ke Kudus. Dalam lawatannya itu, Menteri Teten menyebut ada sejumlah ketertarikan terhadap produk UMKM, hingga konsep sekolah menengah kejuruan (SMK) di Kudus.

Hal itu disampaikannya seusai berdialog terkait pembinaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sekaligus produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Wisma Djarum Ploso, Jumat (4/11) sore.

Saat melihat produk UMKM, Teten tampak begitu antusias. Selain membeli sejumlah produk, dia bahkan mengenakan peci dari daun pandan dari Desa Tergo, Kecamatan Dawe. Teten juga sempat menjajal biola bambu yang juga dipamerkan.

Baca Juga: Kunjungan ke Kudus, Mendag Janjikan Kemudahan Ekspor Sektor Industri Padat Karya dan UMKM

Tak hanya itu, dia melihat ketertarikan tersendiri akan serat dari daun nanas. Menurutnya, produk yang dihasilkan di Desa Pedawang, Kecamatan Bae itu memiliki prospek yang begitu besar. Apalagi untuk dunia tekstil tanah air.

“Apalagi saat ini bahan baku tekstil masih impor. Kita belum punya serat alam seperti kapas. Memang punya serat nanas dan bambu tapi belum diolah secara komersial. Padahal seperti serat nanas itu memiliki potensi luar biasa,” terangnya.

Oleh karena itu dia mengaku tertarik dengan potensi serat nanas yang dikembangkan di Desa Pedawang. Meski dia melihat masih dalam skala uji coba. Seperti halnya belum tersedianya kebun nanas untuk mensuply bahan bakunya.

“Kami dorong untuk segera diusulkan rencana usaha, skala ekonominya seberapa. Seperti untuk memproduksi serat dari nanas itu dibutuhkan minimum berapa luas lahannya,” terangnya.

Sementara di tingkat nasional sendiri dia melihat sebenarnya serat nanas potensial dikembangkan. Seperti untuk ketersediaan bahan baku, di Lampung terdapat 30 ribu hektare lahan nanas.

Halaman:

Editor: Abdul Muiz

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X