Ini Gambaran Hitungan Nilai Kerugian Dugaan Korupsi Bantuan Petani Tebu di Rembang

- Senin, 10 Oktober 2022 | 16:26 WIB
Kejaksaan Negeri (Kejari) Rembang mendalami aduan dugaan korupsi dana tebu petani Kabupaten Rembang. (suaramerdeka-muria.com/Ilyas al-Musthofa)
Kejaksaan Negeri (Kejari) Rembang mendalami aduan dugaan korupsi dana tebu petani Kabupaten Rembang. (suaramerdeka-muria.com/Ilyas al-Musthofa)

REMBANG, suaramerdeka-muria.com – Bantuan dana untuk para petani tebu yang tergabung dalam gabungan kelompok tani (Gapoktan) di Kabupaten Rembang dari Kementerian Pertanian (Kementan) RI diadukan kepada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jateng.

Oleh Kejati penanganan selanjutnya didelegasikan kepada Kejaksan Negeri (Kejari) Rembang.

Kasi Inten Kejari Rembang, Agus Yuliana Indra Santoso mengungkapkan, aduan yang disampaikan adalah dugaan kelompok tani fiktif dan nominal yang diterima petani tidak sesuai dengan ketentuan.

Dari keterangan yang disampaikan oleh Agus, setiap kelompok tani menerima bantuan berkisar antara Rp 1 juta sampai dengan Rp 5 juta per hektare.

Baca Juga: Dugaan Korupsi Dana Tebu, Koperasi Petani Rembang Blak-blakan Terkait Alur Pengajuan Bantuan ke Kementan

Sedangkan jumlah lahan yang dimiliki setiap kelompok tani berbeda-beda.

Ada kelompok tani yang memiliki lahan seluas 15 hektare.

Ada juga kelompok tani yang memiliki lahan seluas hingga 80 hektare.

Mengacu data dari Kejari Rembang, jika memang dugaan pidananya adalah adanya kelompok tani fiktif, maka gambaran potensi kerugiannya adalah kisaran Rp 1 juta sampai Rp 5 juta dikalikan dengan jumlah luasan lahan kelompok tani fiktif.

Baca Juga: Dipanggil Kejaksaan Soal Kasus Dugaan Korupsi Tebu di Rembang, Begini Tanggapan Camat Sulang

Halaman:

Editor: Ilyas al-Musthofa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X