Lelang Gedung IBS Dibatalkan Karena Dugaan Peretasan, Bupati Perintahkan Investigasi

- Jumat, 30 Juli 2021 | 23:50 WIB
Bupati Kudus Hartopo (kanan) saat meninjau panen cabai di Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Jumat (30/7). (suaramerdeka.com/Saiful Annas)
Bupati Kudus Hartopo (kanan) saat meninjau panen cabai di Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Jumat (30/7). (suaramerdeka.com/Saiful Annas)

KUDUS,suaramerdeka-muria.com – Pembatalan lelang proyek gedung instalasi bedah sentral (IBS) RSU dr Loekmonohadi Kudus berbuntut panjang. Dugaan peretasan situs Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) ditanggapi serius Bupati Kudus Hartopo.

Hartopo mengatakan telah meminta Inspektorat Kudus bersama Bagian Pengadaan Barang dan Jasa melakukan investigasi atas dugaan peretasan sitem tersebut.

“Informasinya lelang dibatalkan karena ada kendala teknis di ULP. Ada informasi jika diretas. Saya sudah memerintahkan Inspektorat untuk mengawal Barjas (Bagian Pengadaan Barang dan Jasa – Red) untuk memeriksa dugaan ini,” kata Hartopo, Jumat (30/7).

Penghentian proes lelang gedung IBS dengan nilai pagu Rp 29,5 miliar menjadi sorotan publik. PT Bina Artha Perkasa muncul menjadi calon pemenang tender gedung dua lantai itu.

BACA JUGA : Bupati Hartopo Bagi-bagi Cabai Usai Borong dari Petani

Penetapan itu diumumkan melalui situs LPSE pada Rabu (21/7). Kontraktor asal Semarang itu mengajukan harga penawaran sebesar Rp 28 miliar.

Lelang proyek yang diikuti sebanyak 74 peserta itu kemudian memasuki masa sanggah hingga 26 Julii. Penandatangan kontrak dijadwalkan berlangsung 28-30 Juli. Namun dalam prosesnya, tayangan lelang proyek itu di situs LPSE Kudus mendadak menghilang.

Ditemui disela memborong cabai petani di Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Hartopo menilai praktis peretasan situs pemerintah termasuk tindak pidana. “Saya belum menerima laporan perkembangan pemeriksaan dugaan peretasan situs LPSE baik dari Barjas maupun Inspektorat. Detailnya silakan tanya langsung ke Barjas,” ujar Hartopo.

Terkait nasib pembangunan gedung IBS, Hartopo mengatakan Pemkab Kudus masih menunggu hasil investigasi tersebut. Pihaknya juga mempertimbangkan waktu yang tersisa hingga tahun anggaran.

Halaman:

Editor: Abdul Muiz

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X