Gagal Jadi Kades, Lelaki di Rembang Harus Bayar Denda Rp 40 Juta, Ini Penyebabnya

- Senin, 3 Oktober 2022 | 17:52 WIB
Calon Kepala Desa Dadapan Zuber menjalani proses Pilkades tanpa lawan lantaran calon lainnya mengundurkan diri setelah penetapan. (suaramerdeka-muria.com/Kiriman warga)
Calon Kepala Desa Dadapan Zuber menjalani proses Pilkades tanpa lawan lantaran calon lainnya mengundurkan diri setelah penetapan. (suaramerdeka-muria.com/Kiriman warga)

REMBANG, suaramerdeka-muria.com – Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak Kabupaten Rembang 2022 membawa banyak cerita.

Salah satunya adalah cerita seorang Calon kepala Desa (Kades) yang rela membayar denda sebesar Rp 40 juta.

Mau tidak mau Kades tersebut harus bersedia membayar denda sebesar itu.

Penyebab dari calon Kades tersebut harus membayar denda 40 juta adalah ia mengundurkan diri setelah dilakukan penetapan oleh panitia pemilihan kepala desa.

Informasi yang disampaikan oleh Kabid Penyelenggaraan Pemberdayaan Pemerintahan Desa Dinpermades Rembang Nurwanto, Calon Kades tersebut adalah Alfin Bahru Rohmika.

Baca Juga: Daftar Lengkap Kekayaan Kepala Dinas dan Staf Ahli Bupati Rembang yang Baru Dilantik

Ia mengundurkan diri pada 28 September 2022, atau sekira 4 hari sebelum pelaksanaan Pilkades digelar serentak.

Sejatinya ia adalah calon Kades yang akan mengikuti Pilkades di Desa Dadapan Kecamatan Sedan 2 Oktober 2022 kemarin.

Nur Wanto mengungkapkan, alasan Alfin Bahru Rohmika mengundurkan diri adalah karena tidak menerima izin dan restu dari pihak keluarga, khususnya orang tua.

Selain itu, ia juga sedang dalam proses seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Halaman:

Editor: Ilyas al-Musthofa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Diburu Warga, STB Langka. Harganya Juga Melejit

Selasa, 6 Desember 2022 | 17:46 WIB

Apindo Siap Gugat Usulan UMK Kabupaten Rembang 2023

Kamis, 1 Desember 2022 | 18:39 WIB

Pemerintah Daerah Diminta Tidak Buat Pabrik Gula

Rabu, 30 November 2022 | 14:48 WIB
X