Bupati Rembang Blak-blakan Soal Polemik Pemindahan Pasar, Singgung Model Semi-Modern hingga Paguyuban Pedagang

- Sabtu, 1 Oktober 2022 | 10:57 WIB
Bupati Rembang saat ditanya mengenai rencana pemindahan Pasar Rembang. (suaramerdeka-muria.com/Ilyas al-Musthofa)
Bupati Rembang saat ditanya mengenai rencana pemindahan Pasar Rembang. (suaramerdeka-muria.com/Ilyas al-Musthofa)

“Tidak mengenal becek, atau kumuh. Sistem di dalam pedagang akan diberlakukan zonasi. Pedagang ikan kumpul dengan ikan, pakaian dengan pedagang pakaian, biar pembeli nyaman mengakses,” tegasnya.

Hafidz membantah jika pasar yang baru nanti bakal sepi pengunjung.

Justru pengunjung akan bervariatif lantaran pasar lebih bersih sehingga anak muda akan mau mengakses masuk pasar.

“Soal sepi tidak masuk akal. Gak mungkin sepi, pasar hanya satu, tidak terlalu jauh, akses kami buka. Ada terminal tempat bongkar muat. Kok sepi, logika apa yang dipakai,” paparnya.

Justru jika pasar tetap dibangun di lokasi saat ini akan menimbulkan potensi masalah.

Potensi masalah itu antara lain adalah kemacetan, munculnya pasar tiban serta gejolak sosial termasuk kriminalitas.

Hal itu lantaran proses pembangunan pasar dengan sistem multiyear atau dua tahun.

“Kalau kita bangun di situ (tempat semula), ada 1.600 pedagang, aka nada pasar tiban, di mana itu merepotkan. Gejolak sosial akan muncul, kriminalitas akan muncul,” tandas Hafidz.

Halaman:

Editor: Ilyas al-Musthofa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X