Bupati Rembang Blak-blakan Soal Polemik Pemindahan Pasar, Singgung Model Semi-Modern hingga Paguyuban Pedagang

- Sabtu, 1 Oktober 2022 | 10:57 WIB
Bupati Rembang saat ditanya mengenai rencana pemindahan Pasar Rembang. (suaramerdeka-muria.com/Ilyas al-Musthofa)
Bupati Rembang saat ditanya mengenai rencana pemindahan Pasar Rembang. (suaramerdeka-muria.com/Ilyas al-Musthofa)

Baca Juga: Mengenal Sosok Subchan ZE yang Dijadikan Nama Jalan di Kudus, Dianggap Berperan Menentang PKI

Baca Juga: Klasemen & Hasil Lengkap AFC Futsal Asian Cup 2022 Usai Indonesia Tundukkan Lebanon dan Iran Menang Telak

“Tinggal satu harus komunikasi dengan paguyuban (pedagang), mau tidak. Pasar ini nanti tidak membebani pedagang. Semua free. Susahnya apa sih kalau kita geser. Bukan pindah, (hanya) geser 250 meteran,” terang Hafidz.

 

Ditanya wartawan seandainya sampai batas akhir menjelang pembangunan paguyuban pedagang masih menolak, apakah pasar jadi dipindah atau batal? Hafiz menjawab diplomatis.

Menurutnya kesepakatan paguyuban pedagang memang suatu keharusan dilakukan pembangunan.

Kondisi Pasar Rembang Rembang cukup semerawut. (suaramerdeka-muria.com/Ilyas al-Musthofa)
“Kalau gak ya, saya batal gak tahu, tinggal pemerintah pusat, maunya gimana. Saya pastikan itu kepentingan segelintir orang saja,” ujarnya.

Hafidz kembali mengklaim, lebih dari seribu pedagang siap pindah.

Hal itu bisa dibuktikan dengan tanda tangan pedagang dan tidak ada unsur pemaksaan.

“(Menolak pindah pasar) Saya pastikan itu hanya kepentingan segelintir orang saja. Mayoritas seribu lebih pedagang siap pindah. Itu ada tanda tangan, tidak ada paksaan. Hanya segelintir orang, terutama paguyuban,” imbuhnya.

Soal apa kepentingan pihak yang masih menolak Hafidz mengaku tidak tahu.

Halaman:

Editor: Ilyas al-Musthofa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X