Kedaireka Unnes Bantu Pemkab Rembang Percepat Penurunan Stunting

- Jumat, 30 September 2022 | 19:07 WIB
Wakil Bupati Rembang M Hanies Cholil Barro' berbincang dengan Dekan FMIPA Unnes Dr Sugianto MSi dalam pembukaan seminar nasional program Kedaireka di Hotel Pollos Jumat siang. (suaramerdeka.com/Mulyanto Ari Wibowo)
Wakil Bupati Rembang M Hanies Cholil Barro' berbincang dengan Dekan FMIPA Unnes Dr Sugianto MSi dalam pembukaan seminar nasional program Kedaireka di Hotel Pollos Jumat siang. (suaramerdeka.com/Mulyanto Ari Wibowo)

REMBANG, suaramerdeka-muria.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang mendapatkan bantuan dari Universitas Negeri Semarang (Unnes) untuk penurunan dan pencegahan kasus stunting baru.

Bantuan diberikan dalam bentuk strategi aksi berbasis kearifan lokal yang diberi nama Program Kedaireka.

Program ini Jumat siang (30/9/2022) disosialisasikan dalam sebuah seminar nasional di Hotel Pollos Rembang.

Seminar menghadirkan narasumber dokter spesialis anak dokter Muhammad Fathoni Kurnia yang menekankan pencegahan stunting di 1000 hari pertama kehidupan dan Nitya Apranadyanti Sub Koordinator BKB Anak dan Ketahanan Keluarga Lansia BKKBN Jawa Tengah.

Seminar yang diikuti oleh tim riset, praktisi, peneliti, mitra, perwakilan UMKM, mahasiswa, tenaga kesehatan, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan instansi vertikal seperti TNI dan Polri itu bertujuan untuk mencari jalan keluar kasus stunting di Kabupaten Rembang.


Koordinator Program Kedaireka, Prof DR Ari Yuniastuti menerangkan Kedaireka merupakan kegiatan pengabdian dan penelitian yang digagas oleh Unnes.

Kedaireka mendapatkan dukungan pendanaan dari Kementrian Pendidikan, Riset dan Teknologi. Salah satu program dari Kedaireka yaitu penanganan stunting.

Nantinya kegiatan yang dilakukan adalah intevensi  spesifik dan intervensi sensitif. "Intervensi spesifik ini antara lain pada balita, ibu dan remaja, kemudian intervensi sensitif ini pada lingkungan, " kata dia.

Setelah workshop tentang program, Kedaireka akan bergerak melakukan aksi pembuatan produk makanan tambahan (PMT) bergizi untuk penderita stunting dari bahan pangan lokal seperti ikan atau kelor.

Halaman:

Editor: Abdul Muiz

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Diburu Warga, STB Langka. Harganya Juga Melejit

Selasa, 6 Desember 2022 | 17:46 WIB

Apindo Siap Gugat Usulan UMK Kabupaten Rembang 2023

Kamis, 1 Desember 2022 | 18:39 WIB

Pemerintah Daerah Diminta Tidak Buat Pabrik Gula

Rabu, 30 November 2022 | 14:48 WIB
X