Omzet Anjlok 50 Persen Akibat Krisis Perang, Pelaku Mebel Kelimpungan

- Jumat, 30 September 2022 | 14:29 WIB
Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Jepara Raya, menggelar Jagong Bareng di Enjang Coffee, Rabu (28/9) malam. (suaramerdeka-muria.com/Sukardi)
Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Jepara Raya, menggelar Jagong Bareng di Enjang Coffee, Rabu (28/9) malam. (suaramerdeka-muria.com/Sukardi)

Ajar Tri yang mewakili perusahaan forwarder, lalu menyampaikan data bahwa penurunan jumlah shipment secara rata-rata mencapai 50 persen bahkan lebih. "Tarif sudah turun, tapi minim volume pengiriman"

Maskur Zaenuri, Presidium DPP HIMKI,  menyampaikan fakta bahwa di negara-negara Eropa, masyarakat tidak ada lagi kemampuan untuk untuk membeli perabot di tengah inflasi yang membubung.

Maskur juga menyampaikan kritik kepada eksekutif soal Perda Mebel No. 2 Tahun 2014 yang sudah 'mangkrak' selama 8 tahun, dan tidak dibuatkan peraturan teknis di bawahnya dalam bentuk Perbub atau sejenisnya.

Dia juga mempertanyakan tentang ketidakseriusan para pemangku kebijakan terkait bantuan DAK sejumlah puluhan milyar dari Kementrian Perindustrian untuk terwujudnya Material Centre kayu di Jepara

Permasalahan utama lain yang mengemuka adalah 'keberpihakan' dari pemangku kebijakan untuk mengalokasikan fasilitas promosi yang justru dari tahun ke tahun semakin menurun.

Menjawab berbagai permasalahan yang disampaikan oleh peserta diskusi, baik pihak legislatif maupun eksekutif, sampai pada kesamaan pemahaman bahwa memang diperlukan langkah-langkah taktis dan strategis secara bersama-sama, untuk memberikan solusi atas berbagai permasalahan yang terjadi.

Pertama, mereka bersepakat bahwa Perda Mebel No 2 Tahun 2014 harus segera dibuat aturan turunannya.

Kedua, bahwa proporsi anggaran untuk promosi produk furniture harus ditingkatkan secara signifikan.

Ketiga, pemberian fasilitas Material Centre Kayu dari DAK Kementrian Perindustrian akan segera dikaji lagi untuk segera bisa direalisasikan.

Dan Keempat, kata dia, bersama-sama untuk mengupayakan pasar alternatif di luar Amerika dan Negara-negara Eropa yang selama ini menjadi destinasi ekspor utama.

Halaman:

Editor: Abdul Muiz

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X