Omzet Anjlok 50 Persen Akibat Krisis Perang, Pelaku Mebel Kelimpungan

- Jumat, 30 September 2022 | 14:29 WIB
Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Jepara Raya, menggelar Jagong Bareng di Enjang Coffee, Rabu (28/9) malam. (suaramerdeka-muria.com/Sukardi)
Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Jepara Raya, menggelar Jagong Bareng di Enjang Coffee, Rabu (28/9) malam. (suaramerdeka-muria.com/Sukardi)

JEPARA,suaramerdeka-muria.com - Dampak yang disebabkan krisis global akibat perang di Eropa, ternyata sudah dirasakan juga oleh masyarakat kita, terutama para pelaku industri mebel di Jepara.

Pengiriman ekspor selama satu semester terakhir mengalami penurunan drastis, terutama dari pasar Eropa dan Amerika.

Pasar domestik juga turun omset sampai kisaran 40-50 persen. Kondisi ini masih akan berlangsung lama, karena belum ada tanda-tanda konflik di Eropa akan berakhir

Baca Juga: Wahai Pengusaha Mebel Jepara, Ekspor Mebel ke Negara Ini Diyakini Dapat Untung Banyak 

Sebagai antisipasi keadaan ini,  HIMKI (Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia) Jepara Raya, menggelar Jagong Bareng, dengan tema sangat menarik "Quo Vadis Pelaku Industri Mebel Jepara di Tengah Krisis Ekonomi Global"  di Enjang Coffee, Rabu (28/9) malam.

Acara dihadiri oleh 3 Wakil Ketua DPRD Kabupaten Jepara --Junarso, Pratikno dan Nuruddin Amin, Anggota Komisi B DPRD Jepara Chairul Anwar, Kepala Dinas Industri dan Perdagangan Eriza Rudi Yulianto, Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Tenaga Kerja Samiadji, Presidium DPP HIMKI Maskur Zaenuri, serta Jajaran Pembina, Penasehat, Pengurus dan Anggota HIMKI Jepara. Hadir pula Anggota Komisi B DPRD Jawa Tengah, yang juga Ketua Umum Kadin Jepara Andang Wahyu Trianto, serta Ketua Apindo Jepara Syamsul Anwar.

 

Memantik diskusi, moderator  Abdul Kholiq menyampaikan paparan di awal bahwa badai krisis ekonomi global yang terjadi saat ini, benar-benar berpengaruh pada kondisi perekonomian masyarakat Jepara yang notabene sekitar 60 persen terkait dengan keberadaan industri mebel.

"Ada perusahaan yang sudah menerapkan shift kerja, bahkan banyak yang sudah meliburkan karyawannya, ada yang sejak Mei tidak menerima PO sama sekali. Untuk itu sangat dibutuhkan aksi-aksi taktis dan inovatif, yang harus dilaksanakan secara sinergis dari semua stakeholder", terang Kholiq 

Halaman:

Editor: Abdul Muiz

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jepara Usulkan UMK 2023 Rp 2.272.626,63

Kamis, 1 Desember 2022 | 18:37 WIB
X