PGRI Investigasi Dugaan Dugaan Pelecehan Siswi di Kudus, ini Temuannya

- Jumat, 30 September 2022 | 05:52 WIB
Ketua PGRI Kabupaten Kudus Ahadi Setiawan. (suaramerdeka-muria.com/Beni Dewa)
Ketua PGRI Kabupaten Kudus Ahadi Setiawan. (suaramerdeka-muria.com/Beni Dewa)


KUDUS,suaramerdeka-muria.com – Munculnya isu terkait dugaan pelecehan terhadap siswi di salah satu sekolah di Kecamatan Undaan mendapat respon cepat dari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).

Ketua PGRI Kabupaten Kudus Ahadi Setiawan mengatakan, pihaknya telah melakukan investigasi dan kroscek di lapangan atas kasus dugaan pelecehan terhadap siswi di salah satu sekolah menengah pertama (SMP) di Kecamatan Undaan.

“Kami sudah menuju ke lokasi tempat kejadian. Kami juga sudah bertemu dengan terduga pelaku. Saat kami kroscek terduga menyebut tidak ada yang seperti dituduhkan. Dia juga meminta PGRI untuk mendampingi persoalan yang dihadapinya,”terangnya.

Baca Juga: Oknum Perawat Diduga Lakukan Pelecehan Seksual Dibebastugaskan

Kepala sekolah tempat kejadian juga disebutkan telah mengkonfirmasi terhadap siswi yang terkait. Kebetulan saat itu siswi tersebut masih masuk sekolah. Hasilnya siswi tersebut mengatakan jika tidak ada sampai berkaitan dengan terduga kasus tersebut.

“Anaknya saat ditanya kepala sekolahnya bilang tidak ada apa-apa. Apalagi siswi itu masih keponakan terduga sendiri,”tambahnya.

Barulah beberapa hari berikutnya baru muncul video statemen yang menyebutkan terjadinya dugaan pelecehan.

“Kalau soal ranah kepolisian atau aparat penegak hukum (APH). Sebenarnya tinggal yang lapor itu siapa, dari situ dikorek sedetail mungkin. Adakah saksi, kapan kejadiannya? Kalau benar tentu PGRI akan menerjunkan komisi  perlindungan anak (KPA),”tambahnya.

Pihaknya yakin KPA memiliki ilmu psikologis anak yang cukup baik. Sehingga anak bisa menceritakan kejadian yang sesungguhnya.

“Yang jelas, PGRI sampai detik ini belum ada bukti kuat mengarah terduga melakukan apa yang dituduhkan. Kalau hanya video keterangan satu pihak tentu tidak cukup untuk alat bukti. Kalau bisa harus ada saksi, kapan dan dimananya,”tambahnya.

Halaman:

Editor: Abdul Muiz

Tags

Artikel Terkait

Terkini

46 Desa di Kudus Miliki Satgas Adat, Ini Tugasnya

Rabu, 23 November 2022 | 22:15 WIB

Ratusan Buruh Rokok asal Jepara Dapat BLT DBHCT

Kamis, 17 November 2022 | 19:09 WIB

Kirab Kebangsaan Ramaikan Maulid dan Haul Mbah Datuk

Minggu, 13 November 2022 | 20:19 WIB
X