Sebulan Usai Ungkap Kasus Penimbunan Solar Ilegal Rembang, Benarkan Tidak Ada Lagi Praktik ‘Ngangsu’ di SPBU?

- Selasa, 27 September 2022 | 12:56 WIB
BBM (ilustrasi)
BBM (ilustrasi)

REMBANG, suaramerdeka-muria.com – Sekira sebulan ini Satreskrim Polres Rembang menangani proses penyidikan kasus dugaan penimbunan solar subsidi dengan cara ‘ngangsu’ dari SPBU.

Kasus yang diungkap pada akhir Agustus 2022 tersebut berasal dari dua wilayah, yaitu Kragan dan Sedan.

Di Kragan, pelaku menggunakan sepeda motor dan jerigen untuk 'ngangsu' dari SPBU.

Sedangkan di Karas Sedan, pelaku menggunakan truk untuk kulakan BBM jenis solar.

Hingga saat ini polisi masih melakukan proses penanganan atas dua kasus yang menyeret empat tersangka tersebut.

Berkas para tersangka sedang dalam proses menuju pelimpahan ke Kejaksaan.

Setelah tindakan tegas Satreskrim Polres Rembang tersebut, benarkah praktikngangsu’ solar subsidi secara ilegal masih terjadi di Rembang?

Atau sebaliknya, setelah pengungkapan dua kasus tersebut tidak ada lagi praktikngangsu’ solar subsidi di Rembang?

Seorang pegiat sosial di Kabupaten Rembang yang enggan namanya disebutkan, menghubungi suaramerdeka-muria.com.

Ia menyampaikan informasi terkait praktikngangsu’ atau pembelian solar illegal menggunakan truk untuk kemudian dijual secara eceran diduga dan kemungkinan masih terjadi di sejumlah SPBU di Kabupaten Rembang.

Halaman:

Editor: Ilyas al-Musthofa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Diburu Warga, STB Langka. Harganya Juga Melejit

Selasa, 6 Desember 2022 | 17:46 WIB

Apindo Siap Gugat Usulan UMK Kabupaten Rembang 2023

Kamis, 1 Desember 2022 | 18:39 WIB

Pemerintah Daerah Diminta Tidak Buat Pabrik Gula

Rabu, 30 November 2022 | 14:48 WIB
X