Jembatan Semi Permanen Ini Jadi Andalan Warga Dua Kabupaten

- Jumat, 23 September 2022 | 06:55 WIB
Sejumlah pekerja saat melintas di jembatan yang menghubungkan antara Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu, Kudus dengan Desa Kedungwaru, Kecamatan Karanganyar, Demak. (suaramerdeka-muria.com/Beni Dewa)
Sejumlah pekerja saat melintas di jembatan yang menghubungkan antara Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu, Kudus dengan Desa Kedungwaru, Kecamatan Karanganyar, Demak. (suaramerdeka-muria.com/Beni Dewa)

KUDUS,suaramerdeka-muria.com – Jembatan semi permanen yang menghubungkan Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu, Kudus dengan Desa Kedungwaru, Kecamatan Karanganyar, Demak telah menjadi andalan warga puluhan tahun lamanya.

Jembatan itu sendiri terlihat terbuat dari kayu dan membentang sekitar 40 meter di atas Sungai Wulan. Sungai itu diketahui menjadi salah satu sungai terbesar yang memisahkan antara Kabupaten Kudus dan Demak.

Meski dibuat secara sederhana, namun warga tetap memilih melintasinya. Sebagian besar bahkan melintasi dengan menggunakan sepeda motornya. Padahal lebar jembatan itu hanya sekitar satu meter. Sehingga dipastikan tidak bisa untuk bersimpangan.

Baca Juga: Disidak Bupati, Proyek Jembatan 2 Wonosoco Sepi Aktivitas

Sebagian besar yang menggunakan jembatan itu adalah pekerja asal Demak yang bekerja di pabrik rokok yang ada di Kudus. Sebenarnya di jalan utama pantura memang telah ada jembatan yang layak. Namun mereka harus memutar sejauh 15 kilometer.

Nita, salah satu warga asal Desa Kedungwaru, Demak mengaku setiap hari berangkat kerja melewati jembatan yang terbuat dari kayu tersebut. Dia terpaksa melewatinya daripada harus memutar terlalu jauh.

“Jembatan ini sangat membantu dari pada harus memutar jauh,”ujarnya.

Saat melewati jembatan itu, dia mengaku membayar Rp 2 ribu. Namun jumlah itu dikatakannya sangat ringan lantaran begitu membantu dirinya. Meski dia mengaku hanya berani melintas saat musim kemarau.

“Kalau saat hujan lewat jalur utama karena kadang jembatan ini tidak berfungsi dan diganti perahu. Lagipula kadang juga agak takut,”tambahnya.

Halaman:

Editor: Abdul Muiz

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Gentamas, Kreasikan Batik dari Cerita Rakyat Kudus

Senin, 26 September 2022 | 06:18 WIB

KIHT Kudus Bakal Tambah Tiga Gedung

Senin, 26 September 2022 | 06:04 WIB

Pecah! Warga Tumpah Ruah Saksikan Kudus Fashion Art

Sabtu, 24 September 2022 | 07:03 WIB
X