Disparitas Harga Terlalu Tinggi, Pengusaha Pertashop Kelimpungan

- Rabu, 21 September 2022 | 07:05 WIB
Sejumlah pengendara saat mengisi pertamax di sebuah Pertashop yang ada di Desa Karaban, Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati. (suaramerdeka-muria.com/Beni Dewa)
Sejumlah pengendara saat mengisi pertamax di sebuah Pertashop yang ada di Desa Karaban, Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati. (suaramerdeka-muria.com/Beni Dewa)

PATI,suaramerdeka-muria.com – Disparitas harga yang terlalu tinggi antara Pertalite dan Pertamax membuat para pengusaha pertashop kelimpungan. Omzet Pertashop disebutkan turun drastic lantaran banyak pelanggannya justru beralih ke Pertalite.

Pertashop sendiri diketahui selama ini memang menjual Pertamax. Namun dalam penyesuaian tarif bahan bakar minyak pada Sabtu (3/9) kemarin, tak hanya harga pertalite saja yang naik menjadi Rp 10 ribu. Harga pertamax pun diketahui naik menjadi Rp 14,5 ribu.

“Disparitas atau selisih antara pertalite dan pertamax yang mencapai Rp 4,5 ribu itulah yang membuat daya beli masyarakat menurun. Pelanggan kami beralih membeli pertalite. Karena harga beli pertamax satu liter bisa dibelikan pertalite 1,5 liter,”ujar Jengkar Tundung Janu Prihantoro, pengelola Pertashop Karaban, Kabupaten Pati.

Baca Juga: Harga BBM Naik, Ketua DPRD Kudus Ajak Anggota Dewan Potong 20 Persen Gaji Untuk Bantu Warga

Bahkan dia menyebut omzetnya hancur total. Sebelum kenaikan harga di bulan Maret dia mampu menjual 1.400 hingga 1.500 liter perharinya, kini hanya mencapai 400 sampai 500 liter saja perharinya.

“Penurunannya mencapai 70 persen sendiri. Saat ini kami hanya mampu mempertahankan karyawan. Hanya untuk kemanusiaan saja,”ujarnya.

Dia pun berharap pemerintah bisa lebih memperhatikan disparitas harga itu kembali. Pasalnya dengan selisih yang begitu tinggi pun dinilainya bisa memancing spekulan serta berpotensi menyebabkan tindak kriminal tinggi.

Menurutnya, ideal selisih antara pertalite dan pertamax hanya Rp 2 ribu.

“Saat ini banyak pengecer yang bermain ke arah pertalite walaupun seharusnya tidak boleh,”tambahnya.

Halaman:

Editor: Abdul Muiz

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Puluhan Ribu Pelanggar Lalu Lintas Terjaring ETLE

Kamis, 22 September 2022 | 06:55 WIB

Satu Desa di Pati Laporkan Kekeringan Air

Rabu, 21 September 2022 | 06:30 WIB

Bingung Bikin Perdes? Datang Saja ke Klinik Si Desa

Sabtu, 17 September 2022 | 14:26 WIB

Demokrat Pati Tekankan Kader Turun Dampingi Masyarakat

Jumat, 9 September 2022 | 17:47 WIB

Hingga Agustus, PAD Pasar di Pati Tembus Rp 5 Miliar

Kamis, 8 September 2022 | 15:57 WIB

Jangan Panik! Pertamina Pastikan Stok BBM Aman

Kamis, 8 September 2022 | 14:37 WIB
X