Meriahnya Tradisi Saparan Desa Ngembal Kulon, Jadi Sarana Gali Sejarah dan Asal-Usul Desa

- Minggu, 18 September 2022 | 14:36 WIB
Warga berebut gunungan pada kirab budaya Saparan di Desa Ngembalkulon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Minggu (18/9). (suaramerdeka-muria.com/Saiful Annas)
Warga berebut gunungan pada kirab budaya Saparan di Desa Ngembalkulon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Minggu (18/9). (suaramerdeka-muria.com/Saiful Annas)

KUDUS,suaramerdeka-muria.com – Ribuan warga Desa Ngembal Kulon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus tumplek blek memeriahkan kirab budaya tradisi Saparan, Minggu (18/9) pagi. Setiap kelompok RT, RW, dan organisasi masyarakat di desa menggotong gunungan berisi hasil bumi dan produk UMKM desa.

Iring-iringan kirab yang melintasi jalan lingkar timur Kudus sempat membuat macet arus kendaraan. Cuaca panas terik tak menyurutkan warga yang berdandan maksimal untuk memeriahkan tradisi itu. Sebagian berdandan khas Kudusan, hingga cosplay menjadi hantu.

Kepala Desa Ngembal Kulon Moh Khanafi mengatakan, antusiasme warga sangat tinggi mengingat kirab ini adalah event perdana sejak pandemic Covid-19.

Baca Juga: Talut Sungai Dawe Longsor 2 Titik, Warga Ngembalkulon Lakukan Penangaan Darurat

“Kirab Saparan ini juga baru pertama kali digelar. Peserta karnaval ada sebanyak 20 RT dan empat RW, organisasi tingkat desa posyandu, ibu-ibu komunitas senam, dan organisasi karang taruna, fatayat NU. Total ada sebanyak 1.200 warga yang ikut meramaikan,” katanya.

Khanafi mengatakan, warga desa tetangga seperti Dukuh Kauman Kidul, Desa Ngembalrejo juga ikut memeriahkan kirab keliling desa ini. Iring-iringan kirab berakhir di lapangan sekitar makam Mbah Poncowati, sesepuh desa.

Di tempat itu, warga berebut gunungan yang dibawa peserta.

Khanafi mengatakan, kirab ini menjadi momentum pertama yang diselenggaran bertujuan sebagai ajang ekspresi dari masing-masing RT, RW, dan organisasi yang ikut. “Kirab Saparan ini juga menjadin ajang silaturahmi seluruh warga,” katanya.

Ia menambahkan, warga Desa Ngembal Kulon memiliki tradisi berdoa bersama setiap Saparan. Doa bersama itu digelar pada Sabtu Legi atau Jumat Legi. Warga sekaligus menggelar gotong royong pada momen tersebut.

Halaman:

Editor: Abdul Muiz

Tags

Artikel Terkait

Terkini

46 Desa di Kudus Miliki Satgas Adat, Ini Tugasnya

Rabu, 23 November 2022 | 22:15 WIB

Ratusan Buruh Rokok asal Jepara Dapat BLT DBHCT

Kamis, 17 November 2022 | 19:09 WIB

Kirab Kebangsaan Ramaikan Maulid dan Haul Mbah Datuk

Minggu, 13 November 2022 | 20:19 WIB
X