Ketum Muhammadiyah : Jangan Jadikan Pemilu Arena Berpecah

- Senin, 12 September 2022 | 08:04 WIB
Ketua Umum Muhammadiyah Prof. Haedar Nashir pada acara jalan sehat gebyar Muktamar di Kudus, Minggu (11/9). (suaramerdeka-muria.com/Beni Dewa)
Ketua Umum Muhammadiyah Prof. Haedar Nashir pada acara jalan sehat gebyar Muktamar di Kudus, Minggu (11/9). (suaramerdeka-muria.com/Beni Dewa)

KUDUS,suaramerdeka-muria.com – Dalam kedatangannya di Kudus kemarin, Ketua Umum Muhammadiyah Haedar Nashir berharap agar momen tahun 2024 mendatang dapat diikuti sebagai proses demokrasi yang membawa kebaikan.

Hal itu diungkapkannya ditengah acara jalan sehat yang digelar di Universitas Muhammadiyah Kudus. Dia mengatakan tahun 2024 sebagaimana tahun 2019 dan sebelumnya merupakan kegiatan rutin negara.

“Pesan Muhammadiyah, jadikan proses demokrasi yang makin dewasa. Membawa nilai utama dan demokrasi yang membawa integrasi nasional. Jangan sampai pemilu jadi arena kita berpecah,”ujarnya.

Baca Juga: Pembangunan RS Sarkies Ditarget Rampung Januari Mendatang

Dikatakannya pilihan politik tentulah berbeda, namun dia berharap agar jangan sampai menyebabkan keretakan. Hasil perbedaan hanyalah di tempat pemungutan suara (TPS), yang harus diusahakan keadilannya selebihnya harus tetap dijaga persatuan.

“Jangan sampai lima menit di TPS justru membuat perpecahan lima tahun kemudian,”tambahnya.

Terkait arahan dari Muhammadiyah sendiri, dia menyebut lebih ke arah moral. Yakni warga Muhammadiyah harus selalu berpartisipasi dan tidak boleh abstain atau golongan putih (golput).

“Karena golput itu tidak baik,” terangnya.
Dia berharap agar warga Muhammadiyah harus menjadikan proses pemilu sebagai kekuatan integrasi dalam menyatukan bangsa. Pemilu dikatakannya harus membawa kemajuan bangsa. Bersatu tapi harus maju.

“Bersatu saja tanpa maju tentu ketinggalan. Tapi kalau maju saja tapi tidak bersatu tentu terjadi perpecahan,” ungkapnya.

Halaman:

Editor: Abdul Muiz

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X