Hingga Agustus, PAD Pasar di Pati Tembus Rp 5 Miliar

- Kamis, 8 September 2022 | 15:57 WIB
Aktivitas di Pasar Trangkil, Kabupaten Pati. (suaramerdeka-muria.com/Beni Dewa)
Aktivitas di Pasar Trangkil, Kabupaten Pati. (suaramerdeka-muria.com/Beni Dewa)

PATI,suaramerdeka-muria.com – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) hingga saat ini terus memacu agar pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pasar bisa maksimal terserap. Hingga akhir Agustus kemarin, tercatat pendapatannya telah mencapai Rp 5 miliar.

Hal itu seperti diungkapkan oleh Kepala Disdagperin Hadi Santoso kepada Suara Merdeka kemarin. Dikatakannya sampai akhir Agustus, pihaknya memang telah mencapai 55 persen dari yang ditargetkan.

“Untuk targetnya sendiri mencapai Rp 9,22 miliar sementara sampai akhir Agustus kemarin sudah tercapai Rp 5 miliar,”terangnya.

Baca Juga: Bahas RAPBD 2022, DPRD Kudus Nilai Kontribusi PAD Masih Minim

Dia mengatakan dari sekitar 20 pasar daerah yang menjadi kewenangan dari Disdagperin dikatakannya Pasar Puri menjadi salah satu andalan utama dalam pencapaian penerimaan asli daerah (PAD) tersebut. Selain itu Pasar Juwana dan Pasar Tayu juga turut menjadi penyumbang terbesar.

“Tentunya untuk menggenjot penerimaan daerah itu kami sudah melakukan sejumlah langkah-langkah strategis. Seperti dengan melakukan intensifikasi penarikan retribusi dan penagihan piutang retribusi,”tambahnya.

Langkah itu dikatakannya agar penerimaan bisa maksimal dilakukan sehingga mampu mencapai target yang telah ditentukan sebelumnya.Terlebih saat ini masih ada cukup waktu hingga batas waktu yang ditentukan nantinya.

Sementara itu saat disinggung kemungkinan adanya revitalisasi pasar tradisional, Hadi mengatakan di tahun ini dipastikan tidak ada.

“Kalau untuk tahun ini memang belum ada rencana (Revitalisasi Pasar daerah),”imbuhnya.

Halaman:

Editor: Abdul Muiz

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pj Bupati Pati Minta OPD Tak Hindari Aduan Masyarakat

Kamis, 12 Januari 2023 | 07:03 WIB
X