BPBD Rembang Mulai Buka Bantuan Air Bersih untuk Masyarakat, Begini Cara Pengajuannya

- Senin, 5 September 2022 | 09:08 WIB
Lahan bagian bawah hutan di kawasan Alas Ngandang Perhutani KPH Kebonharjo mengalami kebakaran diduga lantaran musim kemarau. (suaramerdeka-muria.com/Ilyas al-Musthofa)
Lahan bagian bawah hutan di kawasan Alas Ngandang Perhutani KPH Kebonharjo mengalami kebakaran diduga lantaran musim kemarau. (suaramerdeka-muria.com/Ilyas al-Musthofa)

REMBANG, suaramerdeka-muria.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rembang mulai membuka kran bantuan air bersih bagi desa-desa yang mengalami kekeringan.

Pasalnya BPBD memprediksi, puncak musim kemarau tahun ini akan berlangsung pada September.

Sekretaris BPBD Rembang, Pramujo menyatakan, pengajuan bantuan air bersih untuk desa kekeringan bisa dilakukan dengan mengirimkan permohonan oleh pemerintah desa setempat.

Permohonan tersebut dilampiri sejumlah data terkait, antara lain jumlah kepala keluarga (KK), dusun serta kebutuhan air dalam sepekan.

Ia mengungkapkan, surat permohonan tersebut disampaikan kepada BPBD.

Selanjutnya BPBD akan melakukan pengecekan dan menentukan berapa jumlah bantuan air bersih yang akan dikirimkan ke desa tersebut.

“Kami prediksi puncak kemarau tahun ini akan berlangsung pada September. Seperti biasa, silakan desa yang mengalami kesulitan air bersih mengajukan permohonan kepada kami untuk ditindaklanjuti,” jelas Pramujo.

Baca Juga: Jalan Provinsi di Rembang Bakal Mulus, Tiga Lokasi Kembali Diusulkan Pembetonan, Ini Lokasinya

Baca Juga: Tergerus Globalisasi, DPRD Jateng Bangkitkan Kesenian Tradisional

Baca Juga: Hasil Liga 2 Lengkap Minggu 4 September, Klasemen Sementara Karo United, Persijap, Persiba di Puncak

Halaman:

Editor: Ilyas al-Musthofa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemerintah Daerah Diminta Tidak Buat Pabrik Gula

Rabu, 30 November 2022 | 14:48 WIB
X