PKL Kaget Didatangi Camat dan Aparat, Ternyata Diberi Sembako

- Selasa, 20 Juli 2021 | 12:35 WIB
Forkopimka Sale bersama paguyuban e-Warung setempat memberikan bantuan sembako kepada PKL yang terdampak pemberlakuan PPKM Darurat. (suaramerdeka.com/Ilyas al-Musthofa) (Ilyas al-Musthofa)
Forkopimka Sale bersama paguyuban e-Warung setempat memberikan bantuan sembako kepada PKL yang terdampak pemberlakuan PPKM Darurat. (suaramerdeka.com/Ilyas al-Musthofa) (Ilyas al-Musthofa)

Jumlah pendapatan turun drastis lantaran mereka mentaati jam operasional terbatas selama PPKM Darurat.

Dalam situasi normal PKL bisa berjualan mulai sore sampai pukul 23.00.

Namun sejak pembatasan diberlakukan, mereka hanya berjualan 4 jam, mulai pukul 16.00 sampai 20.00.

Baca Juga: Mimpi Gendong Anak Kecil, Esoknya Justru Didatangi Orang Besar, Nama Presiden Disebut-sebut

“Kami mengetuk kepedulian paguyuban e-warung untuk PKL terdampak PPKM Darurat. Kasihan mereka, omzet turun drastis selama ada pembatasan berjualan, PKL taat aturan. Harapannya, aksi ini bisa meringankan beban mereka,” terang Camat kepada suaramerdeka-muria.com.

Seorang PKL di Sale, Rismiyati menyebut, sebelum ada PPKM bisa mendapatkan pemasukan hingga Rp 100 ribu sehari.

Namun, selama PPKM diberlakukan paling tinggi ia hanya mendapat Rp 30 ribu sehari.

“Turun drastis pendapatannya, meski tetap masih ada untung. Paling tinggi dapat Rp 30 ribu sehari. Di sini PKL tertib, buka pukul 16.00 dan sudah tutup pukul 20.00,” ujarnya.

Kapolsek Sale, AKP Rudi Prasetyo mengungkapkan, bersama Forkopimka terus melakukan pemantauan penerapan PPKM Darurat.

Pelanggaran paling sering dijumpai adalah gerombolan anak-anak muda yang nongkrong sampai malam.

Halaman:

Editor: Ilyas al-Musthofa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Wajah Kota Rembang Diminta Diperbaiki

Kamis, 13 Januari 2022 | 11:58 WIB
X