Tidak Berjalan Optimal, Program Jogo Tonggo di Pamotan Jadi “Rasan-rasan” Warga

- Minggu, 18 Juli 2021 | 21:43 WIB
Seorang relawan peduli Covid-19, Covid Ranger, mengirimkan bantuan untuk warga yang melaksanakan isoman, dengan menggantungkan barang-barang di gagang pintu rumah. (suaramerdeka.com/Ilyas al-Musthofa) (Ilyas al-Musthofa)
Seorang relawan peduli Covid-19, Covid Ranger, mengirimkan bantuan untuk warga yang melaksanakan isoman, dengan menggantungkan barang-barang di gagang pintu rumah. (suaramerdeka.com/Ilyas al-Musthofa) (Ilyas al-Musthofa)

REMBANG, suaramerdeka-muria.com – Program Jogo Tonggo di salah satu wilayah Desa/Kecamatan Pamotan Rembang menjadi sasaran “rasan-rasan” warga.

Pasalnya, program yang diinisiasi Gubernur Jateng Ganjar Pranowo itu, di tempat tersebut dianggap tidak berjalan optimal.

Program yang salah satu penjabarannya membantu pemenuhan kebutuhan warga yang isolasi mandiri (isoman) Covid-19 itu, mendapatkan keluhan.

Seorang warga setempat yang pernah menjalani isoman, Mahfudz, mengaku tidak mendapatkan bantuan logistik dari Jogo Tonggo selama berjuang sembuh.

Demi memenuhi kebutuhannya, ia terpaksa menghubungi via telepon kenalan yang memiliki akses dengan toko modern untuk mengirimkan kebutuhan selama isoman.

Baca Juga: Alhamdulillah, Atas Izin Allah, Virusnya Kalah Lawan Vaksin!!

Pembayaran dilakukan melalui transfer oleh istrinya.

Ia merasa program Jogo Tonggo yang berlangsung di wilayahnya hanya berjalan dari penarikan iuran per rumah saja.

Sedangkan uang hasil dari penarikan itu tidak digunakan secara optimal untuk membantu warga yang sedang isoman.

Halaman:

Editor: Ilyas al-Musthofa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Apindo Siap Gugat Usulan UMK Kabupaten Rembang 2023

Kamis, 1 Desember 2022 | 18:39 WIB

Pemerintah Daerah Diminta Tidak Buat Pabrik Gula

Rabu, 30 November 2022 | 14:48 WIB
X