Menabung Sehat ala Pedagang Pasar Rakyat

- Rabu, 31 Agustus 2022 | 20:34 WIB
Petugas  BPJS Kesehatan Kabupaten Kudus membuka pelayanan jemput bola di Pasar Rakyat Kudus, Selasa (30/8). (suaramerdeka-muria.com/Saiful Annas)
Petugas BPJS Kesehatan Kabupaten Kudus membuka pelayanan jemput bola di Pasar Rakyat Kudus, Selasa (30/8). (suaramerdeka-muria.com/Saiful Annas)

KUDUS,suaramerdeka-muria.com – Mendaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan (JKN) memang bukan perkara sulit. Tetapi menyisihkan pendapatan untuk membayar iuran setiap bulannya, jelas bukan perkara mudah bagi warga dengan pendapatan tak menentu.

Ini dirasakan betul oleh para pedagang di Pasar Rakyat Kudus. Saat petugas Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kabupaten Kudus datang ke Pasar Rakyat menggelar sosialisasi program JKN, mereka terlihat antusias bertanya detail layanan jaminan kesehatan dari Pemerintah itu.

Namun ketika tiba pada hitung-hitungan biaya iuran setiap bulan, kerut di dahi mereka sontak terlihat jelas. “Anak saya tiga pak. Jika ditambah istri berarti harus membayar iuran lima orang setiap bulan. Berat,” kata Sudar (56), salah seorang pedagang di Pasar Rakyat, Selasa (30/8).

Baca Juga: Lupa Bawa Kartu, Peserta JKN Bisa Gunakan NIK

Ia bukannya tak ingin agar keluarganya mendapat jaminan kesehatan, terlebih saat tiba-tiba ada yang sakit dan membutuhkan perawatan di rumah sakit. Ia paham betul pepatah jangan korbankan kesehatanmu demi uang, tapi korbankan sedikit uangmu untuk kesehatan.

Namun jika kembali memikirkan besaran iuran yang harus ditanggung setiap bulan yang tak sedikit itu, ia mengaku lebih memilih menggunakannya untuk kebutuhan pokok lainnya.

Besaran iuran untuk kelompok peserta Pekerja Bukan Penerima Ubah (PBPU) yakni sebesar Rp 42 ribu per orang. Dengan subsidisi yang diberikan sebesar Rp 7 ribu, maka setiap peserta dikenai iuran sebesar Rp 35 ribu per orang.

Dengan jumlah anggota keluarga sebanyak lima orang, maka ia harus menyisihkan pendapatannya sebesar Rp 175 ribu setiap bulan untuk membayar iuran. Angka yang tak sedikit bagi Sudar.

Ia sebelumnya telah mengusulkan diri sebagai penerima bantuan iuran (PBI), namun kabar baik tak kunjung datang. Karena namanya belum masuk dalam Daftar Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), harapannya menjadi peserta JKN jalur PBI pun mentah.

Halaman:

Editor: Abdul Muiz

Tags

Artikel Terkait

Terkini

46 Desa di Kudus Miliki Satgas Adat, Ini Tugasnya

Rabu, 23 November 2022 | 22:15 WIB

Ratusan Buruh Rokok asal Jepara Dapat BLT DBHCT

Kamis, 17 November 2022 | 19:09 WIB

Kirab Kebangsaan Ramaikan Maulid dan Haul Mbah Datuk

Minggu, 13 November 2022 | 20:19 WIB
X