Pemkab Rembang Mulai Sosialisasi Panduan Kurban di Era Covid-19

- Jumat, 16 Juli 2021 | 16:16 WIB
Salah satu sapi kurban super milik warga di Kecamatan Kaliori Rembang yang memiliki nilai jual tinggi siap dikurbankan pada momen Idul Adha 2021. (Ilyas al-Musthofa)
Salah satu sapi kurban super milik warga di Kecamatan Kaliori Rembang yang memiliki nilai jual tinggi siap dikurbankan pada momen Idul Adha 2021. (Ilyas al-Musthofa)

Rembang, suaramerdeka-muria.com – Pemkab Rembang melalui Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) mulai mensosialisasikan tata cara berkurban di masa pandemi Covid-19.

Petugas khusus sudah terbentuk dan mulai menyasar sejumlah lokasi di 14 kecamatan.

Plt Kepala Dintanpan Rembang, Agus Iwan Haswanto menyatakan, sosialisasi berkurban di masa pandemi yang menjadi misi petugas meliputi panduan petugas teknis dan mekanisme penyembelihan serta pembagian daging kurban.

Dintanpan telah menyiapkan sedikitnya 4-5 petugas di setiap kecamatan untuk melakukan pengecekan kesehatan hewan kurban sekaligus sosialisasi panduan berkurban.

Beberapa poin utama kesehatan hewan kurban yang dperiksa antara lain adalah suhu tubuh, nafsu makan dan perilaku.

Iwan memastikan, sejauh ini belum ada panduan medis terkait penularan Covid-19 pada hewan.

Baca Juga: PPKM Darurat, Pemulihan Perekonomian Kudus Butuh Penekanan

Sehingga bagian terpenting justru adalah pengelolaan hewan kurban harus menggunakan panduan protokoler kesehatan (prokes).

“Sepanjang ternaknya sehat, dipotong dengan cara yang benar dan dikelola dengan prokes ketat, kemudian dimasak secara baik. Diusahakan daging dimasak dengan matang sempurna, tetap akan aman,” terang Iwan.

Ia menjelaskan, sesuai panduan daging hewan kurban wajib dibagikan oleh petugas dengan mendatangi kediaman penerima.

Tidak ada kerumunan di tempat penyembelihan atau pembagian daging kurban.

Baca Juga: Langgar PPKM Darurat, Puluhan Tempat Usaha Ditutup Sementara

“Panduan lainnya, petugas yang menangani penyembelihan, pengulitan, pencacahan daging dan tulang harus dibedakan. Harus diterapkan satu petugas satu alat untuk menghindari potensi penularan Covid-19,” ujarnya.

Seorang pedagang hewan kurban musiman, Muhamad Fadlun mengungkapkan, di tengah situasi pandemi pembeli datang ke rumah langsung.

Halaman:

Editor: Ilyas al-Musthofa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X