Dampak Pandemi, Penyerapan Anggaran Pemkab Kudus Masih Minim

- Jumat, 16 Juli 2021 | 07:22 WIB
Sejumlah pekerja membongkar atap tempat parkir yang akan digunakan untuk lokasi gedung baru DPRD Kudus, Kamis (15/7). (suaramerdeka.com/Saiful Annas)
Sejumlah pekerja membongkar atap tempat parkir yang akan digunakan untuk lokasi gedung baru DPRD Kudus, Kamis (15/7). (suaramerdeka.com/Saiful Annas)

KUDUS, suaramerdeka-muria.com – Penyerapan anggaran Pemkab Kudus hingga semester pertama tahun 2021 masih minim. Data Badan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Kudus menyebutkan, tingkat penyerapan anggaran hingga 30 Juni 2021 baru mencapai 33 persen.

Banyak proyek yang dianggarkan dalam APBD 2021 belum terlaksana. Dari total anggaran belanja sebesar Rp 2,14 triliun, tingkat penyerapan baru mencapai Rp 715 miliar (33 persen). Untuk pos anggaran belanja langsung saja, tingkat penyerapannya baru 2,4 persen.

“Pos belanja langsung yang dianggarkan sebesar Rp 215 miliar, baru terserap Rp 5,17 miliar atau sekitar 2,4 persen,” kata Eko Djumartono, kepala BPPKAD Kabupaten Kudus Eko Djumartono, Kamis (15/7).

BACA JUGA : PPKM Darurat, Pemulihan Perekonomian Kudus Butuh Penekanan

Realisasi penyerapan terbesar berasal dari pos anggaran belanja tak langsung. Dari total anggaran Rp 1,63 miliar, telah terserap sebesar Rp 576,74 miliar (35 persen). “Banyak faktor mengapa tingkat penyerapan anggaran masih minim. Selah satu faktor utamanya memang karena adanya refocusing (pengalihan) anggaran untuk penanganan Covid-19,” katanya.

Refocusing anggaran membuat semua OPD kembali berhitung mana saja kegiatan yang harus  lebih diutamakan. OPD pun harus memilah mana saja kegiatan yang anggarannya harus dialihkan untuk penanganan dampak Covid-19.

Untuk memacu penyerapan anggaran, kata Eko, Pemkab telah menawarkan pencairan uang muka pada pihak ketiga. Namun pada praktiknya, mereka memilih mencairkan anggaran setelah pelaksanaan kegiatan selesai semua.

“Penyerapan anggaran yang masih rendah bukan berarti kegiatan tidak jalan. Kegiatan sudah jalan, tapi memang pengajuan pencairan anggarannya yang masih dalam proses atau memang belum diajukan,” katanya.

Sementara itu, DPRD Kudus mulai membangun gedung baru senilai Rp 6 miliar. Gedung yang berada di sebelah timur gedung utama itu dibangun untuk memfasilitasi ruangan kerja untuk masing-masing anggota dewan.

Halaman:

Editor: Abdul Muiz

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X