Suluk Maleman Pati : Memuliakan Manusia dan Tak Mendzolimi Pemaknaan Ulang Kemerdekaan

- Sabtu, 27 Agustus 2022 | 20:44 WIB
Anis Sholeh Ba’asyin, Dr Abdul Jalil, Drs Ilyas Arifin dan Prof Saratri Wilonoyudho dalam Ngaji NgAllah Suluk Maleman "Kemerdekaan dan Ketlingsutnya Hak-hak Adami" yang digelar di Rumah Adab Indonesia Mulia Pati. (suaramerdeka-muria.com/Moch Noor Efendi)
Anis Sholeh Ba’asyin, Dr Abdul Jalil, Drs Ilyas Arifin dan Prof Saratri Wilonoyudho dalam Ngaji NgAllah Suluk Maleman "Kemerdekaan dan Ketlingsutnya Hak-hak Adami" yang digelar di Rumah Adab Indonesia Mulia Pati. (suaramerdeka-muria.com/Moch Noor Efendi)

PATI, suaramerdeka-muria.com - Kemerdekaan lekat dengan Agustus.

Mengingat, pada bulan itu kemerdekaan RI diperingati setiap tahunnya.

Ada beragam pemaknaan kemerdekaan di era sekarang.

Setidaknya, makna kemerdekaan dari sisi lain yakni lebih pada hubungannya dengan hak-hak adami atau hak sesama manusia.

Itu terungkap dalam majelis Ngaji NgAllah Suluk Maleman bertema Kemerdekaan di Rumah Adab Indonesia Mulia Pati, baru-baru ini.

Anis Sholeh Ba'asyin, sang penggagas Suluk Maleman menyebut, kemerdekaan setiap individu dalam melakukan sesuatu, diharapkan tak menganggu apalagi mencederai hak-hak orang lain.

Kemerdekaan justru harus berlandas pada tujuan untuk memuliakan manusia, bukan memperhinanya dengan beragam cara.

"Salah satu hal yang justru perlu diperhatikan, apakah kemerdekaan digunakan untuk mendzolimi orang lain atau tidak? Ini menjadi sangat penting, karena menurut Alquran pencederaan apalagi pendzoliman pada sesama manusi adalah jenis dosa yang tak termaafkan, bahkan oleh Allah sekali pun, tanpa yang bersangkutan secara sukarela memaafkan kita," ujarnya.

Konsep hak-hak sesama manusia atau dalam tradisi Islam dikenal sebagai hak-hak adami, menurutnya harus dipahami secara berjenjang.

Mulai dari level horisontal, baik personal maupun sosial; hingga level vertikal yang berkait dengan dimensi kuasa, antara yang memimpin dan yang dipimpin, antara negara dengan rakyat dan seterusnya.

Halaman:

Editor: Ilyas al-Musthofa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Banjir Pati : Penanganan Bencana Butuh Kajian Serius

Jumat, 2 Desember 2022 | 21:52 WIB

Tiga Santri Pati Lolos Porsadin Tingkat Nasional

Rabu, 30 November 2022 | 22:27 WIB

UMK Pati 2023 Direkomendasikan Naik, Jadi Rp 2,1 Juta

Rabu, 30 November 2022 | 07:50 WIB

Tiba-tiba Desa di Pati Ini Diterjang Banjir Bandang

Senin, 28 November 2022 | 10:16 WIB

HGN 2022, MTs Negeri 1 Pati Luncurkan Buku Karya Guru

Minggu, 27 November 2022 | 23:29 WIB
X