18 Tahun Berlalu, Begini Harapan Istri Aktivis Munir di Momen Kemerdekaan

- Jumat, 19 Agustus 2022 | 08:12 WIB
Suciwati, istri almarhum aktivis Munir saat memberi keterangan kepada awak media kemarin. (suaramerdeka-muria.com/Beni Dewa)
Suciwati, istri almarhum aktivis Munir saat memberi keterangan kepada awak media kemarin. (suaramerdeka-muria.com/Beni Dewa)

PATI, suaramerdeka-muria.com – Pada momen peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia kali ini, istri aktivis Munir, Suciwati kembali menegaskan betapa pentingnya penanganan kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM).

Dia menyebut tak seharusnya ada kata kadaluarsa dalam penanganan kasus HAM tak terkecuali dalam kasus terbunuhnya Munir.

Hal itu dikatakannya saat datang ke Pati kemarin.

Dia mengatakan, kemerdekaan merupakan bentuk perjuangan panjang.

Keberadaan pemerintah yang otoriter baginya bisa menjadi bentuk keterjajahan kembali.

“Tentu tidak lagi merdeka ketika mengungkapkan pendapat saja dijerat dengan UU ITE. Padahal ini bentuk perjuangan bersama,” terangnya.

Kasus yang menimpa suaminya sendiri saat ini telah berjalan 18 tahun.

Meski begitu dia akan tetap meminta, mendorong, dan membangun strategi apapun agar kasus pelanggaran HAM itu bisa terselesaikan.

Serta untuk mengingatkan pada negara bahwa ada sesuatu yang salah dan harus diperbaiki.

“Bagi saya tidak ada kata kadaluarsa kalau tidak ada keadilan yang didapatkan,” ujarnya.

Halaman:

Editor: Ilyas al-Musthofa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Banjir Pati : Penanganan Bencana Butuh Kajian Serius

Jumat, 2 Desember 2022 | 21:52 WIB

Tiga Santri Pati Lolos Porsadin Tingkat Nasional

Rabu, 30 November 2022 | 22:27 WIB

UMK Pati 2023 Direkomendasikan Naik, Jadi Rp 2,1 Juta

Rabu, 30 November 2022 | 07:50 WIB

Tiba-tiba Desa di Pati Ini Diterjang Banjir Bandang

Senin, 28 November 2022 | 10:16 WIB

HGN 2022, MTs Negeri 1 Pati Luncurkan Buku Karya Guru

Minggu, 27 November 2022 | 23:29 WIB
X