DPRD Minta Dugaan Praktik Prostitusi di Kos Magersari Diteruskan ke Jalur Hukum

- Jumat, 12 Agustus 2022 | 17:58 WIB
Salah seorang perempuan yang terjaring dalam razia kos diperiksa oleh Satpol PP Kabupaten Rembang. (suaramerdeka-muria.com/Satpol PP Rembang)
Salah seorang perempuan yang terjaring dalam razia kos diperiksa oleh Satpol PP Kabupaten Rembang. (suaramerdeka-muria.com/Satpol PP Rembang)

 

REMBANG, suaramerdeka-muria.com – Komisi 1 DPRD Rembang meminta agar kasus dugaan praktik prostitusi yang sudah berulangkali terjadi di sebuah kos kawasan Magersari Kecamatan Rembang, diteruskan ke jalur hukum.

Ketua Komisi 1 DPRD Rembang, Mashadi menyatakan, penyakit masyarakat (pekat) berupa prostitusi adalah pelanggaran berat.

Terlebih Rembang dikenal sebagai kota yang identik dengan religius.

Terkait dengan temuan terakhir berupa dugaan praktik prostitusi berulangkali di sebuah kos kawasan Magersari, Komisi 1 meminta hal itu harus ditindak lanjuti.

Tidak lanjut tersebut bisa dilakukan dengan membawa temuan itu ke jalur hukum.

“Kami mendorong Satpol PP agar yang dilakukan tidak hanya dipertahankan, melainkan ditingkatkan. Temuan apa pun di lapangan, yang memang bisa diteruskan ke aparat penegak hukum (APH), saya minta diteruskan. Lebih-lebih praktik prostitusi, itu pelanggaran berat,” jelas Mashadi.

Terkait dengan bagaimana membawa temuan ini ke jalur hukum, tentu harus menyesuaikan prosedur yang berlaku di lingkup Satpol PP.

“Pada intinya kami mendukung tindakan sesuai prosedur, tidak dikurangi dan tidak ditambahi,” ujarnya.

Baca Juga: Kronologi Dugaan Penggelapan dan Penipuan Koperasi Sumber Agung Versi Kuasa Hukum Pelapor

Halaman:

Editor: Ilyas al-Musthofa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Seribuan Onthelis Tua Gowes Bareng Wabup Rembang

Minggu, 25 September 2022 | 11:43 WIB

Maca Puisi Ning Gang Boentoe Soditan Lasem Tampil Menawan

Minggu, 25 September 2022 | 11:35 WIB
X