Rembang Hari Ini : Koperasi Sumber Agung Dilaporkan Polisi Dugaan Penggelapan dan Penipuan

- Kamis, 11 Agustus 2022 | 18:18 WIB
Kuasa hukum Suprapti, Agus Murianto menunjukkan dokumen terkait laporan dugaan penggelapan dan penipun dengan terlapor Koperasi Sumber Agung. (suaramerdeka-muria.com/Ilyas al-Musthofa)
Kuasa hukum Suprapti, Agus Murianto menunjukkan dokumen terkait laporan dugaan penggelapan dan penipun dengan terlapor Koperasi Sumber Agung. (suaramerdeka-muria.com/Ilyas al-Musthofa)

Baca Juga: Tol Demak-Tuban di Rembang : Semua Harus Dipikirkan Sejak Awal, Jika Perumahan Puri dan Kantor Dinas Tergusur

Menurut Agus, setelah ditelusuri ternyata perkara ini berawal saat Suprapti masih bekerja sebagai karyawan Koperasi Sumber Agung.

Saat masih bekerja sebagai kasir di salah satu cabang koperasi, ia dituduh menggelapkan uang sebesar mulanya sekira Rp 148 juta.

Tuduhan itu berkembang menjadi hingga lebih dari Rp 2 miliar.

Lantaran suatu ancaman, kata Agus, akhirnya Suprapti menyerahkan dua sertifikat tanah dengan luas hampir setengah hektare yang berada di sekitar belakang kawasan Kantor Dindukcapil Rembang dan dibalik nama atas nama orang lain.

Alasan balik nama sertifikat tersebut adalah untuk menutupi kerugian koperasi sebesar sekira Rp 2 miliar.

“Dua sertifikat sudah diberikan, sudah dibalik nama, alasan jual bei. Tapi tidak pernah ada jual beli. Maka kami mempertanyakan. Kami akhirnya melaporkan tindakan penggelapan, penipuan dan beberapa aspek. Tapi kami fokus ke penggelapan dan penipuan, terkait ijazah dan uang Rp 11 juta,” jelasnya.

Rencananya akan dilakukan mediasi di Polres Rembang, Rabu (11/8) siang.

Agus hanya meminta agar ijazah, uang Rp 11 juta dan dua sertifikat tanah milik Suprapti yang saat ini sudah dibalik nama atas nama orang lain, dikembalikan.

“Sekarang muncul lagi angka Rp 2 miliar, kan tidak selesai-selesai. Padahal sertifikat sudah dibalik nama. Maka di situ tipu gelapnya. Transaksi jual beli tidak pernah masuk ke Bu Suprapti. Unsur tipu gelap kan barang siapa dengan tipu muslihat menggerakan orang lain membuat hutang atau piutang untuk menyerahkan benda kepunyaannya, maka unsur itu sangat terpenuhi,” paparnya.

Halaman:

Editor: Ilyas al-Musthofa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Diburu Warga, STB Langka. Harganya Juga Melejit

Selasa, 6 Desember 2022 | 17:46 WIB

Apindo Siap Gugat Usulan UMK Kabupaten Rembang 2023

Kamis, 1 Desember 2022 | 18:39 WIB

Pemerintah Daerah Diminta Tidak Buat Pabrik Gula

Rabu, 30 November 2022 | 14:48 WIB
X