Tokoh NU dan Muhammdiyah Tanggapi Soal Usulan Hapus Kolom Agama di KTP

- Rabu, 10 Agustus 2022 | 17:50 WIB
KH Zaim Ahmad Ma'shum. (suaramerdeka-muria.com/Ilyas al-Musthofa)
KH Zaim Ahmad Ma'shum. (suaramerdeka-muria.com/Ilyas al-Musthofa)

 

REMBANG, suaramerdeka-muria.com – Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammdiyah di Rembang menanggapi fenomena adanya permintaan penghapusan kolom agama di KTP oleh warga melalui demo tunggal kemarin.

Warga yang menyatakan tidak beragama itu sebelumnya menggelar demo tunggal di Kantor Dindukcapil, Bupati dan DPRD Rembang.

Lelaki bernama Sutejo (22), warga Jalan Rembang-Blora kawasan GOR Mbesi itu salah satunya meminta agar warga boleh mengosongi kolom agama pada KTP tanpa syarat apa pun.

Menanggapi hal itu, Pengasuh Ponpes Kauman Lasem, KH Zaim Ahmad Ma'shum menyatakan, negara Indonesia adalah engara yang beragama. Artinya, masyarakat Indonesia juga harus beragama.

Hal itu merupakan sebuah kesepakatan Bangsa Indonesia sejak merdeka di mana menetapkan Indonesia sebagai negara beragama.

Maka dari itu, tidak ada ruang bagi orang tidak beragama di Indonesia.

“Apa pun agama di Indonesia, siapa pun, asalkan memegang agamanya secara saleh dan bertanggung jawab, maka di adalah orang baik. Ada orang mengatasnamakan toleransi, kemudian menyatakan semua agama benar, itu salah. Saya beragama ini, juga agama itu benar, itu salah. Yang benar satu, tidak ada dua,” papar Gus Zaim.

Menurut Gus Zaim, yang tidak boleh dilakukan adalah menuding orang lain salah.

“(perumpamaan) Istri saya orang paling cantik, itu boleh. Yang tidak boleh istri saya cantik, istri semua orang jelek. Ada situasi orang memiliki keyakinan. Tapi ada situasi juga kita memiliki dialektika bermasyarakat.” katanya.

Halaman:

Editor: Ilyas al-Musthofa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X