Diajari Buat Pestisida Alami, Petani Alpukat Ternadi Dikenalkan Pertanian Ramah Lingkungan

- Rabu, 10 Agustus 2022 | 06:08 WIB
Pelatihan membuat biopestisda yang digelar Balingtan Kementerian Pertanian di Desa Ternadi, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Selasa (9/8). (suaramerdeka-muria.com/Saiful Annas)
Pelatihan membuat biopestisda yang digelar Balingtan Kementerian Pertanian di Desa Ternadi, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Selasa (9/8). (suaramerdeka-muria.com/Saiful Annas)

KUDUS,suaramerdeka-muria.com – Petani di lereng Desa Ternadi, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus diajari cara pembuatan pestisida alami (biopestisida) menangani tanaman buah unggulan di daerah itu. Warga di Ternadi kini tengah serius mengembangkan alpukat kendil sebagai varietas unggulan di desa itu.

Pelatihan membuat biopestisida ini, menurut Kepala Balai Penelitian Lingkungan pertanian (Balingtan) Kementerian Pertanian Wahida Annisa Yusuf mengatakan, pelatihan ini untuk penting agar petani tidak bergantung pada pestisida kimia.

“Kami mendorong petani melakukan pertanian ramah lingkungan. Dengan penggunaan biopestisida yang dibuat dari bahan-bahan alami, tidak hanya lingkungannya yang bebas dari pestisida kimia, tetapi buah yang dikonsumsi juga aman,” katanya, Selasa (9/8).

Baca Juga: Petani di Tubanan Jepara Hasilkan Ratusan Ton Semangka dengan Agroforestry

Biopestisida yang dikembangkan Balingtan dibuat dari bahan-bahan yang mudah didapatkan di sekitar petani seperti daun gamal, biji atau daun mimba, biji atau daun mahoni, kunyit, urin sapi, asap cair, air, dan bakteri.

Cara pembuatannya pun cukup sederhana. Tak hanya baik untuk tanaman alpukat, biopestisida itu bisa digunakan pada tanaman lain yang dibudidayakan oleh para petani. Penggunaan biopestisida ini telah diadopsi oleh petani dampingan Balingtan di daerah Pati, Kalimantan Selatan, Lampung, Sumatera Selatan, dan Bali.

“Selain cara membuatnya, kami juga ajari dosis penggunaan, serta hama apa saja yang berpotensi menyerang tanaman alpukat sekaligus penanganannya dengan biopestisida ini,” katanya.

Baca Juga: Petani di Rembang Ini Sukses Tanam Padi Tanpa Urea, Begini Caranya

Wahida menambahkan, pelatihan itu digelar menggandeng Forum DAS Muria yang telah melakukan pendampingan petani di Desa Ternadi. Dengan adanya MoU antara Balingtan dan Forum DAS Muria, ia berharap program penggunaan biopestisida dilakukan secara simultan.

Halaman:

Editor: Abdul Muiz

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Gentamas, Kreasikan Batik dari Cerita Rakyat Kudus

Senin, 26 September 2022 | 06:18 WIB

KIHT Kudus Bakal Tambah Tiga Gedung

Senin, 26 September 2022 | 06:04 WIB

Pecah! Warga Tumpah Ruah Saksikan Kudus Fashion Art

Sabtu, 24 September 2022 | 07:03 WIB
X