Harga Elpiji Kian Mahal, Warga di Pati Manfaatkan Kotoran Ayam untuk Biogas

- Kamis, 4 Agustus 2022 | 18:49 WIB
Rusmanto saat melihatkan instalasi biogas dari kotoran ayam miliknya. (suaramerdeka-muria.com/Beni Dewa)
Rusmanto saat melihatkan instalasi biogas dari kotoran ayam miliknya. (suaramerdeka-muria.com/Beni Dewa)

 

PATI, suaramerdeka-muria.com – Harga gas LPG yang terus mengalami kenaikan dirasakan semakin memberatkan bagi masyarakat terutama pelaku usaha.

Namun persoalan itu mampu diatasi dengan cara yang unik oleh warga Desa Kedungbulus, Kecamatan Gembong.

Rusmani, yang merupakan seorang peternak ayam petelur memanfaatkan kotoran ternaknya menjadi biogas.

Dari gas itulah yang kemudian dimanfaatkan untuk kegiatan sehari-hari.

Tak ayal pria yang juga pengelola Wisata Edukasi Komunitas Pangan Sehat (We-KPS) itu tak lagi dipusingkan dengan kenaikan harga gas.

Bahkan, selain mampu menghemat pengeluaran untuk gas, penggunaan kotoran yang dinamainya Biogas Telek Pithik (BTP) itu juga mampu mengurangi persoalan bau tak sedap dari kandang ayam petelurnya.

Sehingga limbah dari ayam petelurnya itu mampu tertangani dengan baik.

Pemanfaatan biogas ini tentu menjadi hal yang unik. Pasalnya biasanya biogas lebih banyak dibuat dari kotoran sapi.

Baca Juga: Ada Materi yang Dinilai Tak Sesuai, Sekolah Ini Tarik Buku PKN dari Siswa

Halaman:

Editor: Ilyas al-Musthofa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Banjir Pati : Penanganan Bencana Butuh Kajian Serius

Jumat, 2 Desember 2022 | 21:52 WIB

Tiga Santri Pati Lolos Porsadin Tingkat Nasional

Rabu, 30 November 2022 | 22:27 WIB

UMK Pati 2023 Direkomendasikan Naik, Jadi Rp 2,1 Juta

Rabu, 30 November 2022 | 07:50 WIB

Tiba-tiba Desa di Pati Ini Diterjang Banjir Bandang

Senin, 28 November 2022 | 10:16 WIB

HGN 2022, MTs Negeri 1 Pati Luncurkan Buku Karya Guru

Minggu, 27 November 2022 | 23:29 WIB
X