Ada Rencana Penghapusan, Tenaga Honorer di Rembang Resah

- Rabu, 27 Juli 2022 | 18:31 WIB
Pegawai pemerintahan di Rembang menggelar apel pagi. (suaramerdeka-muria.com/Mulyanto Ari WIbowo)
Pegawai pemerintahan di Rembang menggelar apel pagi. (suaramerdeka-muria.com/Mulyanto Ari WIbowo)

REMBANG, suaramerdeka-muria.com - Seratusan honorer di Kabupaten Rembang merasa resah dengan rencana penghapusan tenaga honorer oleh Pemerintah Pusat pada tahun 2023.

Pasalnya, hingga saat ini belum ada kejelasan nasib tenaga honorer yang telah mengabdi kurang lebih 15 tahunan di masa mendatang.

Salah satu tenaga honorer Pemkab Rembang yang enggan disebutkan namanya mengatakan saat ini nasib tenaga honorer yang paling jelas hanyalah guru dan tenaga kesehatan.

''Mereka jelas bisa diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Sedangkan tenaga fungsional atau administrasi belum mendapatkan kepastian apakah juga akan menjadi tenaga PPPK,'' terang dia.

Secara terpisah Wakil Bupati (Wabup) Rembang, Mochammad Hanies Cholil Barro mengatakan pihaknya hingga kemarin belum mendapatkan penjelasan lebih lanjut dari Pemerintah Pusat terkait penghapusan tenaga honorer di Kabupaten Rembang.

''Peralihannya nanti memakai mekanisme bagaimana, kami sampai hari ini belum mendapatkan kejelasan,'' jelas dia.

Baca Juga: Pengakuan Veronika, Bule Cantik Rusia Usai Menikah dengan Penjual Ikan di Pesisir Rembang

Dia menjelaskan Pemkab Rembang baru mendapatkan penjelasan mengenai pegawai di sistem pemerintahan.

''Memang ke depan tidak ada lagi namanya tenaga honorer. Namun hanya ada Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan PPPK,'' kata Gus Hanies, sapaan akrabnya.

Apabila pemerintah membutuhkan tenaga tambahan, dia mengatakan hanya untuk alih daya tenaga kebersihan, sopir ataupun tenaga satuan pengamanan.

Halaman:

Editor: Ilyas al-Musthofa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemerintah Daerah Diminta Tidak Buat Pabrik Gula

Rabu, 30 November 2022 | 14:48 WIB
X