Pengelolaan Pariwisata di Jepara Perlu Dioptimalkan

- Kamis, 21 Juli 2022 | 12:09 WIB
Ketua DPRD Haizul Ma’arif dalam diskusi jaring aspirasi masyarakat di Jepara. (suaramerdeka.com/Septina Nafiyanti)
Ketua DPRD Haizul Ma’arif dalam diskusi jaring aspirasi masyarakat di Jepara. (suaramerdeka.com/Septina Nafiyanti)

Menurutnya, PAD yang diterima Jepara selama dua tahun terakhir ini mengalami penurunan akibat pandemi Covid19.

Dengan melihat potensi yang ada di Jepara seperti Karimunjawa, Pantai Kartini, Pantai Bandengan, Benteng Portugis, dengan PAD yang relatif masih kecil itu perlu dievaluasi agar dapat meningkat untuk memberikan kontribusi besar kepada Pemerintah Kabupaten Jepara.

Saat ini, pemerintah mempunyai progam mendorong 24 Desa Wisata yang ada di Jepara.

Desa tersebut dikelola agar dapat meningkatkan pendapatan melalui program peningkatan menjemen potensi yang ada.

Baca Juga: Beda Dengan Sekar Perhutani, Petani Hutan Blora Demo Dukung Kawasan Hutan Dengan Pengelolaan Khusus KHDPK

''Tidak bisa dipandang sebelah mata, Desa Wisata yang ada di Jepara ini pendapatannya luar biasa dan pengunjungnya bisa melebihi yang di kelola oleh pemerintah,'' ungkapnya.

Menurutnya, pengelola pariwisata perlu inovasi agar dapat terus menerus menarik pengunjung. Selain itu, sektor ekonomi pendukung juga perlu digerakkan.

''Jika pengelolaan bisa dioptimalkan, tentu akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik,'' katanya.

Pemerintah harus hadir dan ikut andil untuk mengatur regulasi pariwisata-pariwisata yang dikelola oleh non pemerintah agar tetap menjunjung tinggi nilai kebudayaan dan juga tetap mematuhi peraturan, sehingga dalam pengelolaannya ini bisa memberikan kenyamanan bagi pengunjung.

Baca Juga: Klasemen Akhir Popda Jateng 2022 : Kontingen Solo Juara Umum, Blora Rangking 4, Kabupaten Tegal Terakhir

Halaman:

Editor: Abdul Muiz

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jepara Usulkan UMK 2023 Rp 2.272.626,63

Kamis, 1 Desember 2022 | 18:37 WIB
X