Pati Disorot, Muncul Dugaan Tarif Perangkat Desa Sampai Rp 1 Miliar

- Kamis, 21 Juli 2022 | 06:26 WIB
Sejumlah calon perangkat desa yang tak lolos seleksi berunjuk rasa di depan kantor bupati Pati, Rabu (20/7). (suaramerdeka-muria.com/Moch Noor Efendi)
Sejumlah calon perangkat desa yang tak lolos seleksi berunjuk rasa di depan kantor bupati Pati, Rabu (20/7). (suaramerdeka-muria.com/Moch Noor Efendi)

PATI, suaramerdeka-muria.com - Seleksi calon perangkat desa (Perades) di Pati mendapat sorotan.

Forum Calon Perangkat Desa Gagal (Capraga) Pati mensinyalir terdapat kecurangan dan praktik transaksi dengan tarif tinggi dalam pengisian jabatan di tingkat desa tersebut.

Dugaan itu disampaikan sejumlah warga yang tergabung di Capraga dalam unjuk rasa di depan kantor bupati dan DPRD Pati, Rabu (20/7).

Mereka menduga besaran transaksi berkisar Rp 500 juga hingga Rp 1 miliar.

"Informasi yang kami dapatkan carek (sekretaris desa) Rp 1 miliar, kadus (kepala dusun) Rp 750 juta, kaur (kepala urusan) Rp 500 juta," ujar Koordinator Aksi Muhammad Kudhori.

Penyampaian tersebut juga dipampang di poster pengunjuk rasa.

Menurutnya, dugaan jual beli jabatan tersebut berlaku pada pengisian perangkat desa pada 16 April.

Baca Juga: Jalan Lingkar Rembang-Lasem Gagal, Proyek Alternatif Disiapkan Lewati Sungai Bagan

Baca Juga: Dugaaan Kecurangan Seleksi Perangkat Desa di Pati : DPRD Diam, Hak Angket Gagal

Tidak itu saja, dia juga menduga terjadi praktik kecurangan dalam tes calon perangkat desa dengan memanipulasi nilai.

Halaman:

Editor: Ilyas al-Musthofa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pj Bupati Pati Minta OPD Tak Hindari Aduan Masyarakat

Kamis, 12 Januari 2023 | 07:03 WIB
X