Memeras Pangan dan Energi dari 70 Ekor Sapi di Meteseh Kaliori

- Kamis, 30 Juni 2022 | 18:19 WIB
Sukamto (53) mengecek sapi milik KelompomTani Ternak (KTT) Subur Desa Meteseh Kecamatan Kaliori Kabupaten Rembang yang menjadi sumber pangan dan energi warga setempat. (suaramerdeka-muria.com/Ilyas al-Musthofa)
Sukamto (53) mengecek sapi milik KelompomTani Ternak (KTT) Subur Desa Meteseh Kecamatan Kaliori Kabupaten Rembang yang menjadi sumber pangan dan energi warga setempat. (suaramerdeka-muria.com/Ilyas al-Musthofa)

REMBANG, suaramerdeka-muria.com – Pagi-pagi sekali selepas Subuh, di suatu hari pada Juni 2022, Sukamto (53), warga Rt 04 Rw 05 Desa Meteseh Kecamatan Kaliori Rembang, sudah berada di kandang sapi, yang berlokasi di belakang balai desa setempat.

Dinginnya udara pagi sama sekali tidak mengendorkan semangatnya berkeliling kandang. Laju langkahnya beriring dengan deru kokok ayam pedesaan yang nyaring bersautan.

Mengenakan sepatu bot khas peternak, ia berkeliling mengecek satu per satu sapi yang berjajar rapi di kandang. Anggota kelompok lainnya juga sudah berbaur dengan sapi-sapi tersebut memberikan pakan dan membersihkan kotoran.

Sukamto adalah Ketua Kelompok Tani Ternak (KTT) Subur Desa Meteseh. Ia yang paling bertanggung jawab atas kesehatan dan perkembangan sapi-sapi milik kelompok tersebut.

Total, ada 70 ekor sapi berikut pedet yang dipelihara oleh kelompok pimpinan Sukamto. Kelompok yang berdiri sejak 2002 silam itu, saat ini memiliki 43 anggota.

Ia dan 43 anggotanya sudah sejak belasan tahun lalu memeras pangan dan energi dari sapi-sapi yang dipelihara kelompoknya. Bisa dikatakan, sebagian warga Meteseh rejekinya datang melalui sapi-sapi yang mereka pelihara.

Kepada Suara Merdeka, Sukamto menceritakan, sapi-sapi milik KTT Subur yang dikelolanya mulanya merupakan bantuan dari Pemprov Jateng, melalui dana hibah pada tahun 2002.

Baca Juga: Lumbung Pangan Masyarakat, Ikhtiar Perangi Tengkulak & Ijon di Jepara, Desa Karanggondang Jadi Lumbung Pangan

Ketika itu, jumlah sapi hanya sekira 40 ekoran saja. Sapi dikelola dengan baik dan berkembang menjadi saat ini 70 ekor sapi.

Per sapi dibutuhkan perawatan rata-rata Rp 25 ribu untuk pakan. Pakan berupa rumput, bekatul dan ampas kedelai.

Halaman:

Editor: Ilyas al-Musthofa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X