Kemandirian Energi Ala Sidorekso, Olah Sampah Jadi Minyak Tanah, Jual Murah ke Pelaku UMKM

- Kamis, 30 Juni 2022 | 06:21 WIB
Pengelola Semar Hijau Siswanto menunjukkan produk thinner dan minyak tanah yang dijual murah ke pelaku UMKM di Desa Sidorekso, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus. (suaramerdeka-muria.com/Saiful Annas)
Pengelola Semar Hijau Siswanto menunjukkan produk thinner dan minyak tanah yang dijual murah ke pelaku UMKM di Desa Sidorekso, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus. (suaramerdeka-muria.com/Saiful Annas)

KUDUS,suaramerdeka-muria.com – Kesibukan Lukman Setyobudi dimulai ketika jarum jam menunjukkan angka 07.00 WIB. Saat tetangganya sibuk ke sawah mengolah lahan, pria 40 tahun asal Desa Sidorekso, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus ini sudah bergelut dengan sampah plastik dan mesin pyrolisis pembakaran sampah.

Setiap hari, Lukman ditugasi mengoperasikan mesin pengolah sampah menjadi bahan bakar minyak (BBM) milik Pemerintah Desa Sidorekso.

Menariknya, BBM hasil dari pengolahan sampah itu dijual murah ke pelaku usaha kecil untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan warga di desa pinggiran Kabupaten Kudus itu.

Mesin pengolahan sampah Semar Hijau itu berada persis di samping kantor relawan bencana Desa Sidorekso.

Baca Juga: Dalam Sebulan Dua SPBU di Kudus Ini Kena Sanksi Pertamina, Salah Satunya Gara-Gara Mobil Modifikasi

Mesin yang didatangkan dari seorang inventor asal Banjarnegara itu terdiri atas dua bagian. Bagian pertama berupa tangki utama yang dilengkapi panel jarum penunjuk tekanan tempat pembakaran sampah plastik. Bagian mesin yang lain dilengkapi cerobong pembuangan asap.

“Mesin ini berkapasitas 30 kilogram plastik yang bisa menghasilkan 30 liter BBM jenis premium dan solar. Proses sekali produksi selama 12 jam hingga 16 jam,” kata Lukman sembari memasukkan sampah plastik ke tungku utama.

Ia kemudian bergegas menyiapkan kayu sebagai pembakaran awal. Setelah panas, mesin akan mengeluarkan gas metan yang membantu pembakaran sampah plastik.

“Panas mesin ini bisa mencapai 200 derajat celcius. Jika sudah panas, tidak perlu menggunakan kayu bakar lagi, karena mesin ini secara otomatis menghasilkan gas metan yang membantu pembakaran sampah,” terangnya.

Halaman:

Editor: Abdul Muiz

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Proses PAW Lanjut, Nurhudi Gugat DPRD dan KPU ke PTUN

Selasa, 9 Agustus 2022 | 05:43 WIB
X