Truk Tambang Bisa Masuk Jalan Kampung di Pamotan, Ternyata Ada Retribusi, Ini Pembagiannya

- Sabtu, 11 Juni 2022 | 10:48 WIB
Jalan di Tajen Pamotan yang rusak disebut karena dilintasi truk tambang. (suaramerdeka-muria.com/Ilyas al-Musthofa)
Jalan di Tajen Pamotan yang rusak disebut karena dilintasi truk tambang. (suaramerdeka-muria.com/Ilyas al-Musthofa)

REMBANG, suaramerdeka-muria.com – Jalan kampung di Tajen Desa/Kecamatan Kabupaten Rembang bisa dilintasi oleh truk muatan tambang batu setiap hari.

Truk yang disebut Ketua Rt setempat berbobot hingga hampir 15 ton tersebut bisa melintasi jalan kampung ternyata ada sebabnya.

Ternyata ada retribusi yang dibayarkan kepada Pemerintah Desa Pamotan berdasarkan Perdes yang telah dibuat, meski Kamis 9 Juni 2022 kemarin terjadi blokade jalan oleh warga.

Baca Juga: Bikin Heboh, Ada Roti Gembong di Rembang, Menu Sarapan Para Raja Kalimantan

Baca Juga: Rembang Tuan Rumah Kemah Wira Karya Jateng, Lokasinya di Lereng Bukit

Informasi yang disampaikan Kades Pamotan, M Masykur Rukhani, setiap truk yang melintas di jalan kampung tersebut dipungut retribusi Rp 5.000.

Perdes yang mengatur itu adalah Perdes Pamotan No 4/7 2017.

Hasil dari penarikan retribusi tersebut dibagi lima pihak.

Pertama adalah petugas mendapatkan bagian 20 persen dari retribusi masuk setiap hari.

Sisa setelah untuk petugas, dibagi empat pihak.

Baca Juga: Warga Tajen Pamotan Tutup Jalan, Kesal karena Rusak dan Berdebu Akibat Truk Tambang

Halaman:

Editor: Ilyas al-Musthofa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X