Warga Tajen Pamotan Tutup Jalan, Kesal karena Rusak dan Berdebu Akibat Truk Tambang

- Kamis, 9 Juni 2022 | 16:46 WIB
Warga Tajen Desa/Kecamatan Pamotan menutup jalan kampung lantaran kesal akibat dilalui truk tambang menjadi rusak dan berdebu. (suaramerdeka-muria.com/Ilyas al-Musthofa)
Warga Tajen Desa/Kecamatan Pamotan menutup jalan kampung lantaran kesal akibat dilalui truk tambang menjadi rusak dan berdebu. (suaramerdeka-muria.com/Ilyas al-Musthofa)

REMBANG, suaramerdeka-muria.com – Warga Dukuh Tajen Desa/Kecamatan Pamotan melakukan penutupan jalan kampung, Kamis (9/6) pagi.

Mereka menutup akses bagi kendaraan muatan tambang batu yang biasanya hilir-mudik di jalan tersebut setiap hari.

Warga kesal, lantaran sejak dilintasi truk tambang jalan rusak dan berdebu.

Mereka merasa terdampak atas jalan rusak dan debu yang ditimbulkan dari lalu-lalang kendaraan muatan tambang tersebut.

Warga menutup jalan dengan bentangan baner berukuran besar.

Baca Juga: Gus Lutfi Thomafi, Kyai Muda yang Energik Itu Telah Berpulang

Baca Juga: Bantuan Zakat Produktif Angkat Ekonomi Warga

Dalam baner tersebut tertulis tulisan yang mewakili kekesalan warga. Baner itu bertuliskan Sebagian adalah ‘Nafas dan Hidup Kami Penuh dengan Debu, Maaf Jalan Kami Tutup’.

Ketua Rt 1 Rw 2 Nur Ridho menyatakan, kendaraan tambang setiap hari melintasi jalan kampung di Tajen.

Mereka memuat material batu hingga mencapai berat hingga sekira 15 ton setiap truk.

Halaman:

Editor: Ilyas al-Musthofa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Apindo Siap Gugat Usulan UMK Kabupaten Rembang 2023

Kamis, 1 Desember 2022 | 18:39 WIB

Pemerintah Daerah Diminta Tidak Buat Pabrik Gula

Rabu, 30 November 2022 | 14:48 WIB
X