Penyakit Mulut dan Kuku di Rembang Menggila, Tujuh Ternak Warga Mati

- Jumat, 3 Juni 2022 | 16:54 WIB
Aktivitas di pasar hewan termasuk hal yang cukup rawan sebagai pemicu penyebaran PMK di antara hewan ternak. (suaramerdeka-muria.com/Facebook Polres Rembang)
Aktivitas di pasar hewan termasuk hal yang cukup rawan sebagai pemicu penyebaran PMK di antara hewan ternak. (suaramerdeka-muria.com/Facebook Polres Rembang)

REMBANG, suaramerdeka-muria.com – Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak di Kabupaten Rembang makin menggila.

Data per Jumat 3 Juni 2022, jumlah hewan ternak yang mati sudah mencapai 7 ekor.

Artinya, sejak laporan yang diterima Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) Rembang sebelumnya, ada penambahan dua ekor ternak milik warga yang mati karena serangan PMK.

Hewan ternak milik warga yang mati tersebut berasal dari Kecamatan Pamotan dan Kaliori.

Baca Juga: Beda Rasa Aspal Jateng dan Jatim di Perbatasan, Begini Tanggapan Bina Marga

Baca Juga: Evakuasi Bus Masuk Jurang di Tuban Telan Rp 25 Juta, Gunakan Crane dari Cepu

Kepala Dintanpan Rembang, Agus Iwan Haswanto menyatakan, penularan PMK pada hewan ini bisa melalui berbagai cara.

Penularan bisa melalui ternak bertemu ternak seperti di pasar hewan.

Bisa juga, penularan penyakit tersebut bisa karena terbawa orang, peralatan pembawa ternak seperti mobil atau udara.

Dari perantara tersebut akhirnya PMK menyebar ke hewan ternak lainnya yang sehat.

Halaman:

Editor: Ilyas al-Musthofa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Masih Ada Alsintan Yang Disalahgunakan

Kamis, 10 November 2022 | 17:02 WIB
X