Mawahib Sebut ‘Kudus Kota Empat Negri’ Sejalan Pelestarian Nilai Kearifan Lokal

- Rabu, 1 Juni 2022 | 10:28 WIB
Pementasan tari naga dalam dialog parlemen yang digelar anggota DPRD Jawa Tengah Mawahib, Selasa (31/5) malam. (suaramerdeka-muria.com/Saiful Annas)
Pementasan tari naga dalam dialog parlemen yang digelar anggota DPRD Jawa Tengah Mawahib, Selasa (31/5) malam. (suaramerdeka-muria.com/Saiful Annas)

KUDUS,suaramerdeka-muria.com – Meski sebutan “Kudus Kota Empat Negri” banyak menuai pro dan kontra, identitas baru itu terus dikenalkan ke publik sebagai brand identity yang baru Kota Kudus.

Hal itu mengemuka pada dialog parlemen bersama Anggota DPRD Jateng Mawahib dengan tema menelusuri jejak Kudus Kota Empat Negri di Rumah Makan Bambu Wulung Kudus, Selasa (31/5) malam.

Pemerhati Kebijakan Publik Umar Ali mengatakan, Kudus serius mengembangkan brand identity atau identitas merek baru dengan sebutan "Kudus Kota Empat Negri" sebagai upaya mempromosikan berbagai potensi daerah setempat ke berbagai wilayah di Tanah Air.

"Identitas baru Kota Kudus dengan sebutan 'Kudus Kota Empat Negri' dipastikan tidak akan menggerus slogan 'Kudus Kota Kretek' yang merupakan identitas merek organik," kata Umar.

Baca Juga: Tradisi Tebokan di Kudus, Pemdes Siap Gandeng Perusahaan Jenang

Ia menyadari banyak yang mengkritisi identitas baru tersebut. Banyak warga yang mempertanyakan, salah satunya melalui media sosial maupun secara langsung dalam berbagai forum. Menurutnya, hal itu wajar-wajar saja.

"Kudus Kota Empat Negri" akan menjadi brand mark atau tanda merek Kota Kudus. Untuk mewujudkan identitas merek tersebut, Pemkab Kudus akan membentuk panitia ad hoc dengan dominasi personelnya non-ASN guna menampung aspirasi masyarakat luas.

Anggota DPRD Jateng Mawahib menilai identitas "Kudus Kota Empat Negri" tentunya juga bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Pemprov Jateng juga berkeinginan melestarikan kesenian di masing-masing daerah.

Sementara arti dari "Kudus Kota Empat Negri", karena berdasarkan sejarahnya masyarakat Kota Kudus terdiri dari masyarakat Jawa, China, Arab dan kolonial karena sebelumnya pernah dijajah Bangsa Belanda, Prancis, dan Inggris.

Halaman:

Editor: Abdul Muiz

Tags

Artikel Terkait

Terkini

46 Desa di Kudus Miliki Satgas Adat, Ini Tugasnya

Rabu, 23 November 2022 | 22:15 WIB

Ratusan Buruh Rokok asal Jepara Dapat BLT DBHCT

Kamis, 17 November 2022 | 19:09 WIB

Kirab Kebangsaan Ramaikan Maulid dan Haul Mbah Datuk

Minggu, 13 November 2022 | 20:19 WIB
X