Konflik Gegara Pohon Makam di Sale : Warga Ingin Damai, Pemdes Bersikeras Lanjutkan Perkara

- Selasa, 10 Mei 2022 | 08:16 WIB
Anggota Jamaah Taufik Desa Jinanten menunjukkan sebagian kayu hasil penebahan pohon di makam yang rencananya digunakan untuk perlengkapan kematian warga. (suaramerdeka-muria.com/Ilyas al-Musthofa)
Anggota Jamaah Taufik Desa Jinanten menunjukkan sebagian kayu hasil penebahan pohon di makam yang rencananya digunakan untuk perlengkapan kematian warga. (suaramerdeka-muria.com/Ilyas al-Musthofa)

REMBANG, suaramerdeka-muria.com – Konflik antara Pemdes Jinanten Kecamatan Sale Kabupaten Rembang dengan kelompok warganya yang sebagian besar merupakan tokoh masyarakat, belum juga usai.

Berulang-kali mediasi atas konflik yang sudah berlangsung sejak pertengahan tahun lalu, digelar di Mapolres Rembang itu berakhir gagal.

Pemkab Rembang pun, melalui Dinpermades juga belum bisa berperan signifikan mendamaikan.

Baca Juga: Konflik Pemdes dan Warga di Sale Gegara Pohon Mahoni Tak Kunjung Selesai, Mediasi Selalu Buntu

Baca Juga: Miris, Gara-gara Pohon di Makam, Pemerintah Desa dan Warganya Berseteru

Setidaknya mediasi telah digelar tiga kali.

Kabar terbaru, Senin 9 Mei 2022, kelompok keagamaan warga yang merupakan anggota Jamaah Istighosah At-Taufik kembali menginginkan jalan damai.

Mereka sudah jenuh dengan konflik berkepanjangan dan berharap adanya islah atau damai dengan cara saling meminta maaf.

Jamaah At-Taufik Desa Jinanten ini merupakan kelompok keagamaan yang selama ini sebagai pihak penerima manfaat kayu hasil penebangan pohon di makam Desa Jinanten.

Kayu-kayu dari pohon tersebut selama ini dimanfaatkan sebagai perlengkapan pemakaman warga yang meninggal dunia, seperti patok, papan hingga deliko.

Halaman:

Editor: Ilyas al-Musthofa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

50 Universitas Ikuti Pameran Pendidikan di Rembang

Selasa, 17 Januari 2023 | 21:04 WIB
X