Ada yang Berbeda di Tradisi Kupat Lepet di Jepara

- Senin, 9 Mei 2022 | 15:39 WIB
Bupati Jepara merayakan tradisi kupat lepet bersama warga, Senin (9/5/2022). (suaramerdeka.com/Septina Nafiyanti)
Bupati Jepara merayakan tradisi kupat lepet bersama warga, Senin (9/5/2022). (suaramerdeka.com/Septina Nafiyanti)

JEPARA, suaramerdeka-muria.com- Usai dari tradisi larungan, pesta lomban dilanjutkan dengan festival kupat lepet yang dilaksanakan di Pantai Kartini Jepara, Senin (9/5/2022).

Ada 2020 kupat dan lepet yang dibagi dalam dua gunungan.

Setelah melalui berbagai prosesi, seperti penampilan tarian kupat dan lepet, dua gunungan ini diperebutkan oleh masyarakat yang sengaja datang dalam pesta tersebut.

Baca Juga: Lomban di Jepara, Kepala Kerbau Dilarung ke Laut, Jadi Rebutan Nelayan, Ini Khasiatnya

Bupati Jepara Dian Kristiandi menyampaikan, festival ini sarat akan makna dan filosofi. Salah satunya adalah simbol mengaku salah dan memaafkan. "Ini tradisi budaya yang sangat luar biasa. Jadi dengan simbol itu bisa jadi tontonan juga tuntunan,'' tuturnya.

Anis Sulistiowati warga Desa Plajan, Kecamatan Pakisaji mengaku sengaja bersama keluarga datang ke Pantai Kartini untuk festival ini.

Baca Juga: Hasil Sepak Bola SEA Games 2022 : Timor Leste vs Myanmar, Kemenangan Ditentukan di Injury Time, Vietnam draw

Selain demi sensasi kesenangan juga kebersamaan. Ia juga menginginkan kupat dan lepet yang disipakna oleh Pemkab Jepara dalam prosesi tersebut.

''Sengaja kesini mau liburan dan menonton. Alhamdulillah ini dapat kupan dan lepet lengkap,'' ujarnya.

Halaman:

Editor: Abdul Muiz

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ayah Bejat di Jepara Rudapaksa Anak Tiri

Selasa, 21 Juni 2022 | 14:54 WIB

Laksanakan Umrah Wajib, Jemaah Jepara menuju Mekah

Selasa, 14 Juni 2022 | 08:24 WIB

Bantuan Zakat Produktif Angkat Ekonomi Warga

Kamis, 9 Juni 2022 | 15:57 WIB
X