Ada Tradisi Bulusan, Pemudik Perlu Waspadai Kemacetan di Kudus

- Kamis, 5 Mei 2022 | 07:25 WIB
Pedagang menggelar dagangan di pinggir jalan Pantura Desa Tenggeles, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus. (suaramerdeka-muria.com/Saiful Annas)
Pedagang menggelar dagangan di pinggir jalan Pantura Desa Tenggeles, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus. (suaramerdeka-muria.com/Saiful Annas)

KUDUS,suaramerdeka-muria.com – Pemudik yang melintas di Kabupaten Kudus pada arus balik Lebaran perlu mewaspadai kemacetan di jalur Pantura Desa Tenggeles, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus.

Di titik jalan tersebut mulai ramai pedagang kaki lima (PKL) tradisi Bulusan.

Puncak Tradisi Bulusan di Dukuh Sumber, Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo berlangsung Senin (9/4). Tradisi syawalan Bulusan ini bertepatan dengan arus balik Lebaran di jalur Pantura.

Baca Juga: Polisi Siapkan Jalur Alternatif hingga Rekayasa Lalu-lintas Antisipasi Tradisi Syawalan di Kudus

Namun sejak kemarin, para pedagang sudah memadati jalan menuju makam Mbah Dudo di Dukuh Sumber.

PKL menggelar dagangan hingga pinggir jalan Pantura Desa Tenggeles. Supadi (55), PKL asal Welahan, Kabupaten Jepara memilih menggelar dagangannya di pinggir pantura persis di sekitar lampu merah Tenggeles.

Pedagang mainana truk oleng ini mengaku menggelar dagangan sejak Selasa lalu. “Alhamdulillah tahun ini boleh menggelar dagangan di sini setelah dua tahun tidak boleh berjualan karena pandemi Covid-19,” katanya.

Baca Juga: Siap-Siap.! Dukuh Sumber Gelar Tradisi Bulusan Tahun Ini

Supadi yang menjual mainan truk oleng seharga Rp 300 ribu per unit mengaku mampu mengumpulkan omzet hingga Rp 1 juta sehari.

Halaman:

Editor: Abdul Muiz

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pengusaha Rokok Kecil di Kudus Dibantu Dua Mesin

Sabtu, 18 Juni 2022 | 04:01 WIB

Crazy Rich Kudus Bangunkan Jembatan untuk Warga

Kamis, 16 Juni 2022 | 23:57 WIB
X