Anggarkan Rp 2 Miliar, Kudus Bangun Gedung Kembar Museum Patiayam

- Kamis, 28 April 2022 | 07:05 WIB
Pengunjung melihat koleksi fosil hewan purba yang dipamerkan di Museum Patiayam Kudus. (suaramerdeka-muria.com/Saiful Annas)
Pengunjung melihat koleksi fosil hewan purba yang dipamerkan di Museum Patiayam Kudus. (suaramerdeka-muria.com/Saiful Annas)

KUDUS,suaramerdeka-muria.com – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus berencana membangun gedung kembar museum Purbakala Patiayam di Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus.

Plt Kepala Disbudpar Mutrikah mengatakan, Pemkab Kudus telah mengalokasikan anggaran Rp 2 miliar untuk membangun gedung baru untuk museum.

Saat ini, proses perencanaan tengah direview Inspektorat Kudus. “Jika proses lancar, termasuk proses lelang, pengerjaan fisik gedung baru museum Patiayam akan dilaksanakan Juni mendatang,” katanya, Rabu (27/4).

Baca Juga: Status Lahan Hambat Pengembangan Museum Patiayam

Mutrikah menambahkan, bentuk fisik gedung baru nantinya akan mirip gedung museum yang saat ini sudah ada. Jika jadi, nantinya museum Patiayam akan memiliki dua gedung kembar. “Gedung baru dijadwalkan sudah rampung dibangun Oktober mendatang,” ujarnya.

Pembangunan gedung baru itu, kata Mutrikah, menjadi salah satu bentuk keseriusan Bupati Kudus Hartopo untuk mengembangkan sektor pariwisata. Peninggalan benda-benda purbakala perlu terus dilestarikan dan dimanfaatkan untuk edukasi kepada pelajar dan masyarakat umum.

Ketua TP PKK Kabupaten Kudus Mawar Hartopo saat hadir sebagai pembicara kegiatan belajar bersama di Museum Patiayam baru-baru ini juga mengaku prihatin dengan kondisi Museum Patiayam.

Koleksi fosil yang cukup banyak tidak mendapat tempat yang layak karena ruang pamer yang terbatas. Padahal Museum Patiayam tercatat memiliki 10 ribu fragmen fosil yang ditemukan. Dari jumlah itu, sebanyak 8 ribu fosil telah dicatat dan teridentifikasi dalam inventarisasi sebanyak 5 ribu fosil.

Museum patiayam menyimpan fosil berbagai jenis binatang purba seperti hewan gajah purba, rusa, hingga hewan laut purbakala. Sayangnya gedung yag ada kurang representatif. Selain sudah sempit, lantai museum juga banyak yang rusak.

Halaman:

Editor: Abdul Muiz

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X