Festival Takjil Pager Mangkok, Cara Kampung Budaya Piji Wetan Pertahankan Tradisi Sunan Muria

- Rabu, 27 April 2022 | 20:27 WIB
Warga berburu kuliner di Festival Takjil Pager Mangkok di Kampung Budaya Piji Wetan Desa Lau, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Rabu (27/4). (suaramerdeka-muria.com/Ahmad Abdul Aziz A)
Warga berburu kuliner di Festival Takjil Pager Mangkok di Kampung Budaya Piji Wetan Desa Lau, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Rabu (27/4). (suaramerdeka-muria.com/Ahmad Abdul Aziz A)

KUDUS,suaramerdeka-muria.comKampung Budaya Piji Wetan mengadakan acara Festival Takjil dengan mempertahankan tradisi yang diajarkan Sunan Muria. Tradisi itu adalah Pager Mangkok, suatu ajaran untuk guyub dalam bermasyarakat serta saling membantu.

Koordinator Kampung Budaya Piji Wetan Muhammad Zaini mengatakan, pada acara ini akan diadakan buka bersama secara pager mangkok. Menu berbuka puasanya hasil dari sedekah warga masyarakat.

"Tujuan dari kegiatan ini adalah melestarikan tradisi Pager Mangkok. Menu berbuka puasa di acara ini merupakan hasil dari sedekah warga sebagai bentuk saling tolong menolong," katanya Rabu (27/4).

Baca Juga: Menggali Warisan Sunan Muria di Festival Pager Mangkok

Melalui sedekah dari warga, akan disediakan 13 nampan menu berbuka puasa yang bisa dinikmati oleh semua kalangan baik masyarakat ataupun pengunjung.

"Akan ada makan bersama dari hasil sedekah warga," katanya.

Kampung Budaya Piji Wetan yang terletak di Desa Lau, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus itu memang sudah beberapa kali mengadakan acara Pager Mangkok. Jessi sapaan akrab Muhammad Zaini mengatakan, ia ingin mempertahankan tradisi yang sudah diajarkan oleh Sunan Muria melalui kesadaran masyarakat agar tradisi tetap lestari.

"Mengetuk kesadaran masyarakat mengenai Pager Mangkok, agar ritus tetap bisa berjalan," katanya.

Pimpinan sanggar seni Ciptoning Asri Rini NH mengatakan, Pager Mangkok diibaratkan sebagai pagar yang diberikan mangkok dengan isi makanan. Harapannya itu bisa membantu si pemilik rumah untuk bertahan hidup.

"Pagar dari mangkok jadi bisa saling tolong menolong. Bukan pagar dari beton yang antar tetangga kaku," katanya.

Baca Juga: Bangkitkan UMKM Sekaligus Ajang Ngabuburit, Gondosari Gelar Kampung Ramadan

Pagar mangkok dalam acara ini digambarkan dalam pemberian makanan oleh warga, serta harapannya antar tetangga saling mendukung hingga bisa tetap dilestarikan.

"Harapannya tradisi tetap lestari agar tetangga tetap saling mendukung," katanya.

Pada acara ini juga diarakan berbagai kegiatan, seperti booth makanan dan pakaian yang diisi oleh masyarakat. Serta ada acara hiburan dari seni peran dan pembacaan puisi.

Halaman:

Editor: Abdul Muiz

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tumpukan Sampah Sempat Penuhi Balai Jagong

Selasa, 30 Mei 2023 | 05:29 WIB
X