Tunggu Pemkab Rembang, Nasib Lelaki Tanpa Batok Kepala Masih Terkatung, Biaya Operasi Kurang Rp 15 Juta

- Jumat, 25 Maret 2022 | 19:44 WIB
Solikul Mursidin, warga Desa Kedungringin Kecamatan Sedan yang sudah empayt bulan hidup tanpa Sebagian batok kepala. (suaramerdeka-muria.com/Ilyas al-Musthofa)
Solikul Mursidin, warga Desa Kedungringin Kecamatan Sedan yang sudah empayt bulan hidup tanpa Sebagian batok kepala. (suaramerdeka-muria.com/Ilyas al-Musthofa)

REMBANG, suaramerdeka-muria.com – Nasib Solikul Mursidin (29), lelaki korban kecelakaan asal Desa Kedungringin Kecamatan Sedan Kabupaten Rembang yang sebagian kepalanya tidak terpasang batok kepala masih terkatung-katung.

Solikul belum bisa menjalani operasi lantaran masih kekurangan biaya sebesar kurang lebih Rp 15 juta.

Saat ini, uang hasil donasi untuk Solikul dari berbagai pihak yang rencananya digunakan sebagai tambahan biaya operasi baru terkumpul sekira Rp 18 juta.

Baca Juga: Sempat Tertunda, 385 Atlet Cilik Akhirnya Bisa Berlaga di Kejuaraan Bulutangkis Simpang 7 Master

Sampai Kamis (24/3) kemarin, bantuan uang dari Pemkab Rembang yang sempat digadang-gadang publik belum jelas kapan bisa cair.

Sebelumnya, tim dari Pemkab Rembang yang diwakili oleh Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) sejatinya sudah mengunjungi dan mengecek kondisi Solikul pada 7 Maret 2022 lalu.

Kepada suaramerdeka-muria.com Solikul mengungkapkan, informasi yang didapatnya, proposal bantuan untuk melengkapi kekurangan biaya operasi sudah diuruskan oleh DKK.

Baca Juga: Aroma Zaman Kerajaan Warnai Laga Putra Delta Sidoarjo vs Mataram Utama Yogyakarta di Semifinal Liga 3 Nasional

Namun, kepastian kapan tindakan operasi dilakukan belum didapatkan.

“Masalah operasi belum tahu, dijadwalkan oleh DKK. Rencananya operasi di rumah sakit Lamongan. Kalau sudah siap, saya ke sana. Masih ada kekurangan biaya perkiraan Rp 10 juta sampai Rp 15 juta,” terang dia.

Halaman:

Editor: Ilyas al-Musthofa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X