Peringati Hari Perempuan Internasional, Mahasiswi di Kudus Serukan Perlindungan Perempuan

- Selasa, 8 Maret 2022 | 15:45 WIB
Seorang mahasiswi membubuhkan tanda tangan seruan perlindungan perempuan para peringatan hari perempuan internasional di Alun-alun Kudus, Selasa (8/3). (suaramerdeka-muria.com/Saiful Annas)
Seorang mahasiswi membubuhkan tanda tangan seruan perlindungan perempuan para peringatan hari perempuan internasional di Alun-alun Kudus, Selasa (8/3). (suaramerdeka-muria.com/Saiful Annas)

KUDUS,suaramerdeka-muria.com – Puluhan mahasiswa di Kudus mendesak agar Rancangan Undang-Undang Tindak Kekerasan Seksual (RUU-TPKS) segera disahkan. Disahkannya RUU itu dinilai menjadi bagian upaya perlindungaan terhada perempuan di Indonesia.

Tuntutan itu disuarakan dalam aksi memperingati International Women's Day (IWD) di Alun-alun Kudus, Selasa (8/3/2022).

Aksi tersebut diikuti oleh puluhan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kudus. Misalnya dari Universitas Muria Kudus (UMK), Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU), IAIN Kudus, Stikes Cendekia Utama.

BACA JUGA : Diduga Ada Intimidasi dan Pelecehan, Mahasiswa UMK Wadul Bupati

Mayoritas peserta aksi adalah perempuan. Mereka juga tampak mengenakan pakaian hitam. Selin bergantian orasi, aksi itu juga diwarnai aksi tanda tangan berisi tuntutan peserta aksi.

Ada berbagai tuntutan dalam aksi yang digelar tersebut. Di antaranya yakni menuntut agar RUU-TPKS segera disahkan. Sebab, dengan adanya dasar regulasi tersebut bisa menjadi perlindungan terhadap perempuan yang acap kali menjadi objek kekerasan seksual.

"Kami sangat mendukung agar RUU-TPKS segera disahkan. Apalagi di jalan banyak begal pegang-pegang badan. Di kampus sendiri tempat kita menimba ilmu seringkali terjadi pelecehan. Yang kena imbas korban. Korban sudah jadi korban tapi dia tetap disalahkan," ujar Fidalika Azani, salah seorang peserta aksi mahasiswi UMK.

Sementara perwakilan peserta aksi dari UMKU, Septia Nuraini Lisna Putri mengatakan, selain RUU-TPKS mereka juga menuntut agar Rancangan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (RUU-PPRT) menjadi perhatian bersama.

Pasalnya, dalam praktiknya masih banyak terjadi kekerasan terhadap pekerja rumah tangga yang notabene didominasi oleh kaum hawa.

Halaman:

Editor: Abdul Muiz

Tags

Artikel Terkait

Terkini

46 Desa di Kudus Miliki Satgas Adat, Ini Tugasnya

Rabu, 23 November 2022 | 22:15 WIB

Ratusan Buruh Rokok asal Jepara Dapat BLT DBHCT

Kamis, 17 November 2022 | 19:09 WIB

Kirab Kebangsaan Ramaikan Maulid dan Haul Mbah Datuk

Minggu, 13 November 2022 | 20:19 WIB

Momen Hari Pahlawan, Bupati Hartopo Ingatkan Persatuan

Sabtu, 12 November 2022 | 06:39 WIB

Di Kudus, 391 Orang Telah Daftar Seleksi PPPK Guru

Sabtu, 12 November 2022 | 06:33 WIB
X